Kadiv Humas Polri: Perbedaan Agama Sebagai Kekayaan Bangsa

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Ronny Sompie, SH MH saat berbicara dalam Munas I BAMAGKadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Ronny Sompie, SH MH saat berbicara dalam Munas I BAMAG

Sompie : Perkuat Kerukunan Antara Umat Beragama

Manado-Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Ronny Sompie, SH MH saat menjadi pembicara dalam sesi dialog Munas I Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) di graha gubernuran Bumi Beringin Manado, mengatakan, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk di daerah Sulut terdapat beragam denominasi gereja yang berbeda. Dari satu sisi perbedaan-perbedaan yang ada itu, sebagai satu kekayaan bangsa.

Demikian, Sompie saat menyampaikan materinya tentang Peran Gereja Dalam Memelihara Keutuhan, Kerukunan dan Persatuan Bangsa dihadapan peserta Munas 1 Bamag, Kamis (27/11/2014).

“Saya menilai, perbedaan itu dapat dilihat sebagai kekayaan bangsa, dimana para penganut agama saling menghargai dan menghormati, saling belajar, saling menimbah serta memperkaya dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan masing-masing,”ingatnya.

Menurut Sompie, perbedaan tak perlu dipertentangkan, tapi dilihat dan dijadikan sebagai pembanding, pendorong bahkan penguat dan pemurni untuk hidup bersama rukun dan damai sebagai sesama anak bangsa.

Karena agama tidak boleh dijadikan pemicu konflik dan perpecahan, melainkan dijadikan penunjang perdamaian dan persatuan. Alasannya ada orang-orang tertentu yang menganggap dan menjadikan agama sebagai dasar atau alasan untuk tidak boleh hidup bersama atau harus hidup terpisah, tidak boleh berdamai atau rukun dengan orang yang berbeda agama, bahkan ada anjuran untuk memusuhi dan membinasakan penaganut agama lain.

Mencermati permasalahan itu Sompie menganjurkan, Tiga hal kepada umat beragama di Indonesia yaitu, perlu memahami dengan benar tujuan dari wawasan kebangsaan, meningkatkan kekeluarggaan dan persaudaraan sejati antar suku, ras, golongan, daerah dan agama serta kerukunan dan toleransi antar umat beragama maupun suku ras dan golongan.

Turut hadir dalam dialog tersebut, selain peserta BAMAG dari seluruh Indonesia, juga Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik. (Baca berita terkait: Keberadaan FPI Jadi Pembicaraan Hangat Dalam BAMAG)-(tim/sulutonline).