Tim Pencari Puing Pesawat Belum Menemukan Sesuatu

Mayjen Tatang Zainuddin saat memberikan pengarahan pada tim pencari sebelum melakukan penyelaman (Foto Jakas SE)Mayjen Tatang Zainuddin saat memberikan pengarahan pada tim pencari sebelum melakukan penyelaman (Foto Jakas SE)

BASARNAS: Besok Akan Turun Full Tim

Manado-Pencarian hari kedua, Rabu (03/12/2014) pasca jatuhnya, pesawat carteran milik perusahaan penerbangan Elang Nusantara bernomor registrasi PK-ELR, tipe pesawat THRUSH-510P yang jatuh di perairan pantai Kema Minahasa Utara pada Selasa (02/12/2014) lalu, belum menemukan sesuatu yang berarti.

Alhasil, pencarian yang melibatkan tim Basarnas serta sejumlah personil lainnya, sejak pukul 10.00 wita hingga pukul 16.30 wita dihentikan sementara untuk dilanjutkan pada besok, Kamis (04/12/2014).

Mayjen Tatang Zainuddin, Deputy Operasional Basarnas pusat kepada wartawan usai melakukan pencarian menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pencairan dengan menyelam hingga 50 meter kedalam laut.

“Kami juga menggunakan alat detetor dan mendapati ada benda metal jenis aluminium pada kedalaman sekitar 130 meter yang dicurigai badan pesawat,”terangnya.

Zainuddin menambahkan, nanti dalam pencarian besok Kamis, pihaknya akan menurunkan full tim bersama TNI AL, Pol Air bersama tim lainnya seperti masyarakat nelayan untuk membantu melakukan pencarian.

Diketahui, pencari hari kedua ini belum menemukan adanya tanda-tanda menunjukan bekas serpihan dan atau korban pilot dan co pilot pesawat tersebut. Menariknya, dalam pencarian ini masyarakat sekitar lokasi ikut membantu seadanya dengan menggunakan perahu.

Seperti dilaporkan sebelumnya, sekitar pukul 10.00 wita, Selasa (02/12/2014) masyarakat desa Kema Minahasa Utara dikejutkan dengan ledakan bunyi yang diketahui jatuhnya pesawat carteran milik Elang Nusatara yang bertolak dari Provinsi Gorontalo menuju ke Ternate. Pesawat diawaki pilot Ronny Gasril, dan co pilot Fian Sofyan.

Masyarakat pesisir pantai sekitar lokasi jatuhnya pesawat berbondong-bondong ingin melihat dari dekat. Sebab menurut saksi mata, pesawat jatuh dalam keadaan menukik ke laut.

Sementara dalam pencarian hari pertama jatuhnya pesawat, Tim Basarnas yang dikomandani Kepala Basarnas Marsono, hanya menemukan roda pesawat berikut kepingan badan pesawat. (tim/sulutonline).