SHS Terima DIPA 2015 dari Jokowi

SHS saat merima DIPA 2015 dari JokowiSHS saat merima DIPA 2015 dari Jokowi

Jakarta-Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada para Menteri dan Gubernur se- Indonesia. Penyerahan tersebut dilakukan Jokowi di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (08/12/2014).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajaran pimpinan kementerian/lembaga dan gubernur se-Indonesia menggunakan sebaik-baiknya penggunaan anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015.

Dalam pesannya, Jokowi meminta kepada para Gubernur langsung bekerja di wilayah masing-masing dengan satuan kerjanya demi mempercepat pembangunan usai penyerahan DIPA tersebut.

"Saya minta pada para menteri para lembaga pemerintah, Gubernur setelah ini untuk segera bekerja keras mencapai program prioritas yang sudah kita sampaiakan dan kita juga berharap segera selesaikan kendala yang dihadapi dengan cepat," kata Jokowi.

Tidak hanya itu, Presiden juga menekankan kepada seluruh jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah untuk lebih menekankan penghematan anggaran yang sudah dialokasikan. Di sisi lain, presiden mengakui bahwa banyak hambatan dan kendala yang bakal dihadapi dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Marilah kita gunakan sebaik-baiknya uang rakyat ini, ini bukan uang pemerintah atau presiden apalagi ini adalah uang rakyat, amanah rakyat dan harus kita kembalikan ke rakyat demi kesejahteraan rakyat," papar Jokowi.

Dalam DIPA 2015 terdiri dari 22.787 DIPA dengan nilai Rp 647,3 triliun. Adapun hal itu terdiri dari DIPA Kewenangan Satuan kerja Pemerintah Pusat berjumlah 18.648 DIPA dengan nilai Rp 627,4 triliun. Kemudian DIPA kewenangan satuan kerja pemerintah daerah terkait dengan dekonsentrasi, tugas pembantuan dan urusan bersama berjumlah 4.139 DIPA dengan nilai Rp 19,9 triliun.

Hadir pada acara penyerahan DIPA 2015, di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Irman Gusman serta jajaran menteri Kabinet Kerja.(tim/sulutonline).