Hasil Tim Terpadu Pengawasan Lingkungan Belum Diekspose ?

Sekertaris BLH Sulut Tinny Tawaang SHSekertaris BLH Sulut Tinny Tawaang SH

Tawaang: Sudah 32 Perusahaan Yang Diperiksa

Manado-Sejak turun lapangan akhir bulan November 2014 lalu, hasil Tim Terpadu pengawasan dan penegakan hukum, terkait dokumen lingkungan, kualitas lingkungan dan pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh badan usaha, belum membuahkan hasil.

Pun Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, yang juga sebagai ketua Tim setelah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur SK Gubernur nomor 184 tahun 2014 Tanggal 26 Agustus 2014 lalu, menyebutkan, jika dirinya juga sementara menunggu hasil pemantauan dan penelitian lapangan oleh tim yang dimotori Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut.

“Iya, hasilnya belum masuk. Memang masih dilakukan peninjauan lapangan. Bukan hanya limbah B3, tapi juga terkait maraknya reklamasi tanpa ijin harus ditertibkan supaya tidak mengganggu kelestarian laut. Jika hasilnya sudah ada, kami akan rapatkan bersama,”tegasnya pada wartawan, Kamis (11/12/2014).

Secara terpisah, Sekertaris BLH Sulut Tinny Tawaang SH menyebutkan, hasil pemantauan lapangan masih berada di laboratorium. “Sampai saat ini, sudah 32 perusahaan yang diperiksa karena berpotensi berdampak pada kerusakan lingkungan,”ungkapnya.

Menurutnya, untuk melihat apakah salah satu perusahaan telah melakukan penataan lingkungan yang baik, harus dilakukan uji laboratorium terhadap limbah B3.

“Nah, jika hasilnya positif terjadi pencemaran dan tidak diperbaiki, maka akan dikenai sanksi sesuai UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,”ingat Tawaang.(tim/sulutonline)