Tumbelaka: Pemprov Simpan Bom Waktu Kasus MaMi

Taufik TumbelakaTaufik Tumbelaka

Pengamat Pertanyakan Dananya Kemana?
Manado-Terungkapnya kasus MaMi senilai Rp 16 miliar, dan bukan hanya Rp 8,8 miliar, mengundang tanggapan pengamat politik pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka. Anak dari gubernur pertama Sulut, Letkol Frits Johanes Tumbelaka, ini pun angkat bicara.

Terkait morat-marit kasus ini katanya, perlu adanya keterbukaan semua pihak yang berkompeten. Sebab, ini berhubungan dengan psikologis masyarakat yang mana jika dalam satu kasus terkesan “ditutup –tutupi” akan menimbulkan spekulasi –spekulasi opini. Jika hal ini terjadi, maka akan semakin jauh dari yang namanya “asas praduga tak bersalah”.

“Yang perlu dipertanyakan adalah, Pemprov Sulut pakai anggaran dari mana untuk menutupi kerugian Rp 8 miliar dari total kasus MaMi Rp 16 miliar, untuk Tuntuan Ganti Rugi (TGR). Sementara sisanya sampai saat ini belum ada kejelasan. Ini yang patut disikapi. Pemprov seperti menyimpan bom waktu,”kata Tumbelaka, Jumat (12/12/2014).

Nah, jika tidak diperjelas, nilai Tumbelaka, kasus ini sangat berpotensi menimbulkan opini publik. “Apapun yang dilakukan pihak penegak hukum, itu telah direkayasa untuk kepentingan tertentu,”ketusnya seraya mencontohkan pemeriksaan oleh Mapolda Sulut, sampai saat ini belum ada titik terang.

Untuk itu saran Tumbelaka. Baik Pemprov maupun Polda Sulut, harus lebih transparan. Sebab, jika ketahuan oleh publik akan sulit untuk membangun kembali kepercayaan publik atas institusi tersebut. Terlebih kata dia, Sulut akan memasuki masa tahun politik 2015.

“Setiap masalah bisa saja dipelintir untuk rekayasa politik. Jika ini terjadi, maka langkah hukum apapun yang dilakukan akan sulit mendapat kepercayaan publik. Langkah proaktif dan antisipasi terbaik adalah tiap pihak yang berkompeten harus memegang prinsip transparan dan keterbukaan,”ingatnya. (Baca berita terkait: Astaga ? Ternyata Kasus MaMi 16 Miliar !, red)-(tim/sulutonline).