BLH Rekom 2 Perusahaan Ditindak Polda Sulut

Kepala BLH Sulut Edwin Silangen SEKepala BLH Sulut Edwin Silangen SE

30 Perusahaan Diperiksa Tim Terpadu

Manado-Sebanyak 30 perusahaan yang beroperasi di Sulut, telah diperiksa Tim Pengawasan dan Penegakan Hukum Terpadu Pemprov Sulut. Dua diantaranya, direkomendasikan untuk ditindak Polda Sulut, karena dianggap melakukan pengrusakan hutan dan melanggar UU 32/2009 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup (LH).

“Jadi setelah turun selama satu bulan, Tim Terpadu telah memeriksa sebanyak 30 perusahaan, dan dua diantaranya sudah direkomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh Polda Sulut,”terang Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut Edwin Silangen SE melalui Kabid Penaatan Lingkungan Arfan Basuki SH, Rabu (17/12/2014).

Ke dua perusahaan maupun pribadi tersebut masing-masing, berada di Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel). Dijelaskan Basuki, hasil pengawasan di lapangan oleh Tim Terpadu terungkap, seluas 150 hektar lahan dalam areal hutan lindung HPA dan HL di Gunung Wiau telah dikuasai oknum bernama Yoan di desa Lumpias Minahasa Utara.

Kemudian, lahan seluas 6 hektar di kawasan hutan lindung di desa Biniha Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), telah dikuasai dan memiliki sertifikat oleh oknum bernama Neven Claus warga Jerman yang menikahi warga setempat bernama Latifa Musanif.

“Kawasan yang berada di Minut oleh oknum Yoan ditanami pohon Jabon. Sedangkan yang di Bolsel ditanami pohon Kenari dan Durian,”ungkap Basuki seraya mengakui, khusus lahan yang berada di Bolsel oleh oknum warga Jerman telah dirawat dan dibuat untuk kawasan Primakultur. (tim/sulutonline).