Sarundajang-Kansil Ikut Ibadah Natal di Ebenhaezar Bumber

Gubernur dan Wakil Gubernur sekeluarga Ibadah Natal bersama Jemaat Eben HeazaerGubernur dan Wakil Gubernur sekeluarga Ibadah Natal bersama Jemaat Eben Heazaer

(SHS Berikan Pesan Natal Terakhir)

Manado-Natal Yesus Kristus telah memberikan makna tersendiri bagi umat Kristiani. Pun Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang bersama Wagub Dr Djouhari Kansil MPd masing-masing bersama Isteri dan keluarga mengikuti Ibadah perayaan Hari Natal, di jemaat GMIM Ebenhaezar Bumi Beringin Manado, Kamis (25/12/2014).

Ibadah yang dipimpin oleh Ketua BPMJ Ebenhaezar Bumi Beringin Pdt Jemmy Suwatan, STh itu, dimeriahkan dengan puji-pujian dari jajaran Pemprov Sulut, serta Vocal Group dan Paduan Suara yang berlangsung penuh hikmat.

Gubernur dalam pesan Natal menyampaikan kepada jemaat Ebenhaezar yang tersebar di 14 kolom, bahwa perayaan Natal di abad ke 20 ini sudah berbeda dibanding dengan perayaan di abad-abad sebelumnya. Karena perayaan Natal sekarang lebih menonjolkan kesenangan dan kenikmatan yang menjadi tujuan utama, dibanding dengan makna Natal yang sesungguhnya yaitu kesederhanaan.

Karena itu, Gubernur mengajak warga jemaat, untuk memaknai makna Natal. Jangan hanya dijadikan seremonial, tapi harus dilaksanakan secara sedernana, seperti diabad-abad sebelumnya yang betul-betul menonjolkan makna dari kelahiran Yesus kristus sebagai Juru Selamat Dunia yang disimbolkan dengan pohon Den dari pohon Cemarah, yang dihiasi dengan gemerlap lampu dan hiasan lainnya.

“Karena itu, dalam suasana Natal ini mari kita lakukan introspeksi diri, agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kita terus maju dan berkembang,”ingat SHS.

Dikatakan, Tuhan masih memberikan rejeki dan berkat-berkat yang berlimpah kepada kita, karena itu marilah kita gunakan dan manfaatkan berkat dengan tidak melakukan tindakan berhura-hura, tapi sesuai dengan kehendak dari pada Tuhan.

Kesempatan itu SHS juga mengungkapkan perasaan hatinya karena Natal saat ini merupakan yang terakhir sebagai Gubernur Sulut. “Karena pada bulan September 2015 mendatang saya akan meletakkan jabatan saya untuk diberikan kepada penggantinya sebagai Gubernur Sulut yang baru,” katanya, sembari mengakui selama sepuluh Tahun sebagai Gubernur Sulut di akuinya masih banyak yang belum dilakukan bagi rakyat bumi Nyiur Melambai.

Untuk itu di pengujung pemerintahannya bersamaWagub DR Djouhari Kansil MPd, Sarundajang minta masyarakat tetap menjaga kerukunan antar umat beragamayang sudah terbangun dengan baik selama ini.

"Mari kita jaga Sulut untuk tetap menjadi laboratorium kerukunan beragama di Indonesia,” sebut tokoh pluralisme ini. (tim/sulutonline).