Penyambutan Dubes AS di Bandara Disoal

Wagub Kansil saat menyambut kedatangan Dubes Amerika Robert Blake di Bandara Samratulangi Manado (foto Ist)Wagub Kansil saat menyambut kedatangan Dubes Amerika Robert Blake di Bandara Samratulangi Manado (foto Ist)

Tumbelaka: Seharusnya Gubernur Menyambut Langsung

Manado
-Penyambutan rombongan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake di bandara Samratulangi Manado, Rabu (07/01/2015) disoal. Menyusul, prosesi penyambutan hanya diwakili oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Dr Djouhari Kansil, Ketua Dewan Sulut dan unsur forkompimda Sulut beserta pejabat Eselon 2 Pemprov Sulut.

Padahal menurut pengamat politik pemerintahan daerah Taufik Tumbelaka, sesuai amanat UU nomor 9 tahun 2010 tentang keprotokolan pasal 13 ayat b, menyebutkan, dalam hal acara resmi tidak dihadiri presiden dan atau wakil presiden, penyelenggara dan atau tuan rumah mendampingi pejabat negara dan atau pejabat pemerintah yang tertinggi kedudukannya.

“Jadi seharusnya pak gubernur menyambut langsung,”sesal Tumbelaka.

Menurutnya, prosesi penyambutan Dubes Amerika untk Indonesia di bandara Samratulangi Manado, bisa dianggap sebagai melanggar etika diplomatik. Karena semua tau bukan hanya karena Dubes Amerika sangat berpengaruh di Indonesia, kedatangannya itu bagian dari hubungan diplomasi internasional dan mungkin akan membuat keuntungan tertentu bagi Sulut.

Tumbelaka kemudian menyayangkan ketidakhadiran gubernur dalam penyambutan tersebut. Seharusnya ingatnya, gubernur hadir menyambut langsung, dan bahkan istilahnya karpet merah dari tangga pesawat. Namun jika memang tidak hadir, ini patut disesalkan. Bahkan bisa berdampak ke Kemenlu, karena ini akan menjadi catatan.

“Tidak perlu ditanya, tapi kalaupun mau ditanya, otomatis pasti Dubes Amerika kecewa. Bahkan mungkin akan ada rasa ketersinggungan karena dia (Dubes, red) mewakili Presiden Amerika Serikat,”kata Tumbelaka.

Dikatakan Tumbelaka, semua kegiatan ada skala prioritas. Dewan saja, sampai masa sidang paripurna buka dan tutup tahun digeser sampai hari Jumat, hanya untuk menghormati kedatangan Dubes Amerika. Tapi kalu pak gubernur punya pendapat lain, ya silahkan sebab ini juga diatur dalam UU Keprotokolan.

Menurutnya, memang sekarang ini geopolitik lagi muncul kedua wilayah di dunia, yakni Amerika dan Tiongkok, dan akan menjadi perhatian internasional ketika kedatanga Dubes Tiongkok waktu lalu ke Sulut dan ke Kota Bitung, mendapat perhtian khusus dari pemda Sulut dan didampingi gubernur. Ini akan menjadi pembanding, juga seakan ada diskriminasi hubungan diplomatik. Karena memang sekarang geopolitik dan ekonomi lebih mengarah ke Tiongkok, semoga ini tidak berpengaruh ke Sulut.

Sementara Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Dra Lynda Watania melalui juru bicara Pemprov Sulut, Drs Yahya Rondonuwu menampik jika gubernur sengaja mengabaikan penyambutan Dubes Amerika.

“Ketidakhadiran gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam penyambutan Dubes Amerika di bandara Samratulangi Manado, karena masih tugas luar di Jakarta untuk kepentingan daerah juga. Pak gubernur baru tiba di Manado pukul 15.00 wita. Sedangkan kedatangan Dubes pada pukul 10.30 wita,”terang Rondonuwu.

Ditambahkannya, setelah mendarat dari Jakarta, Gubernur Sulut langsung memimpin rapat bersama SKPD terkait di ruang VVIP Bandara, untuk persiapan pertemuan secara resmi dengan rombongan Dubes yang akan dilaksanakan pada Kamis (08/01/2015) di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.(tim/sulutonline)