Tumbelaka: Humas Pemprov Sebaiknya Studi Banding ke Bitung

Taufik Tumbelaka (Foto Ist)Taufik Tumbelaka (Foto Ist)

Watania: Saya Minta Maaf Atas Ketidaknyamanan Ini...

Manado-Selain polemik prosesi penjemputan Duta Besar Amerika Robert Blake yang dinilai melanggar etika diplomatik karena tidak dijemput langsung Gubernur Sulut, juga, kedatangan rombongan Kedubes ini menyisahkan “luka” bagi insan pers Sulut. Menuyusul, pihak Humas Pemprov Sulut hanya mengundang Dua media dalam liputan kunjungan mereka.

Alhasil, kembali pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka, angkat bicara. Kepada sejumlah wartawan, Kamis (08/01/2015) dia menyebutkan, Pemprov Sulut terkesan melakukan diskriminasi media.

“Sebab, hal yang tidak mungkin jika Kedubes hanya tau Dua media di Sulut. Ini yang harus disikapi, apakah pihak Kedubes sudah diarahkan?. Ini bisa jadi penjebakan politik sehingga jadi polemik,”nilai Tumbelaka.

Sebab menurutnya, di Amerika saja tidak ada diskriminasi seperti itu. Presiden Barrack Obama saja sangat wellcome dengan pers, termasuk presiden Jokowi. “Biasanya dalam kunjungan seperti ini selalu ada pressconference resmi, apalagi ini kunjungan diplomatik,”ingatnya.

Dalam hal ini, terang Tumbelaka, pentingnya peran Humas Pemprov untuk mengambil sikap bijaksana untuk menjembatani antara insan Pers dengan Dubes Amerika. Apalagi 2015 ini merupakan tahun politik dan merupakan akhir masa jabatan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang. Ingat, insan Pers merupakan pilar ke empat dalam negara. Dimana, melalui informasi dari mereka, rakyat bisa mengetahui tentang segalanya. Makanya harus ada komunikasi aktif antara nara sumber dengan pemburu berita, bukannya harus melulu disuguhi pressrealesse.

“Saya berharap diakhir masa jabatan ini, SHS happy ending. Nah salah satu cara nya adalah merangkul kembali insan Pers, dan ini dituntut peran aktif Humas. Humas Pemprov masih perlu studi banding ke Kota Bitung, dimana kendati juga sering dikritik, toh menghasilkan opini WTP dari BPK,”sarannya.

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Dra Lynda Watania, yang dikonfirmasi secara terpisah, mengaku pihak Kedubes sendiri yang telah menghubungi Dua media sesuai keinginan mereka untuk liputan kunjungan Robert Blake.”Tapi kalaupun mau pressconference resmi akan saya usahakan, usai pertemuan malam bersama pak gubernur,”katanya Kamis sore.

Terkait imbauan untuk merubah paradigma Humas ke depan, Watania mengatakan, terima kasih atas masukan tersebut. “Saya atas nama Jajaran Pemprov Sulut minta maaf pada insan pers atas ketidaknyamanan ini,”ujar Watania yang saat itu didampingi Kabag Humas Drs Yahya Rondonuwu yang juga sebagai juru bicara Pemprov Sulut.(tim/sulutonline).