Kansil: Warga Harus Tetap Waspada !

Wagub saat meninjau rumah ambruk Wagub saat meninjau rumah ambruk diterjang tanah longsor di Kelurahan Kombos Timur

Pemprov Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor

Manado-Curah hujan yang disertai angin kencang pada Sabtu (10/01/2015) malam hingga Minggu (11/01/2015) subuh, mengakibatkan bencana banjir setinggi dada orang dewasa dan tanah longsor di Kota Manado. Ribuan warga terpaksa harus mengungsi ke rumah-rumah ibadah dan sekolah untuk menghindari berbagai kemungkinan buruk yang bakal terjadi.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil saat memantau bersama Asisten 1 Drs Jhon Paladung, Asisten 2 Drs Sanny Parengkuan, Asisten 3 Christiano Talumepa SH dan Kadis Sosial Drs Star Wowor, Kadis Kesehatan dr Grace Punuh, Kaban BLH Edwin Silangen SE dan Kasat Pol PP Drs Roy Mewoh, pada Minggu siang hingga sore, langsung memerintahkan pada BPBD Sulut dan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan untuk turun membantu ribuan warga yang terdampak bencana.
Wagub saat membantu pengungsian Kelurahan Ternate Tanjung di Masjid Darul Arqom
Pemantauan diawali di Kelurahan Kombos Timur, dimana di kelurahan ini tercatat (sementara) sebanyak 14 rumah terdampak tanah longsor. “Satu rumah tersapu habis akibat longsor. Untung saja tuan rumahnya sudah mengungsi lebih dulu,”kata Wagub Kansil usai melihat kondisi rumah yang sudah rata dengan tanah dan melakukan dialog bersama warga setempat.
Wagub Kansil memantau surut arus air DAS Tondano dari jembatan Megawati
Selanjutnya rombongan Wagub Sulut mendatangi ribuan warga kelurahan Ternate Tanjung yang mengungsi di Masjid Darul Arqom. Selain berdialog dengan warta setempat, Wagub Kansil secara simbolis memberikan bantuan natura berupa makanan untuk Bayi sebanyak 10 karton. Sedangkan, bantuan natura lainnya seperti, makanan siap saji, Air Mineral, Kasur, Selimut, Pakaian Anak dan tenda pengungsi serta peralatan dapur lainnya, disuplay Dinas Sosial dan BPBD.

“Sebanyak 1734 jiwa dengan 404 Kepala Keluarga dan 340 rumah terdampak banjir kali ini. Semua sudah mengungsi ke Masjid Arwom, Gereja Kanaan, SD 52, SMA Muhamadiyah, Masjid Babul Jannah dan rumah pribadi pak Wagiman. Tidak ada korban jiwa, semua mengungsi sejak Sabtu malam. Warga disini sudah biasa dengan banjir, makanya saat ada gejala akan banjir sudah mengungsi duluan,”ungkap Ramli Labatjo Lurah Ternate Tanjung saat dialog bersama Wagub Kansil.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Ir Noldy Liow menyebutkan, ada dua lokasi dapur umum untuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor. Yakni, di Kelurahan Ternate Tanjung dan Kampung Tubir Paal Dua. “Dapur umum ini disediakan pada warga yang terdampak bencana. Silahkan dimanfaatkan,”ujarnya seraya menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan 15 Kabupaten Kota se Sulut, terkait ancaman bencana banjir dan tanah longsor.
 Akses jalan Taas Lingkungan 1 yang putus akibat terjangan Banjir
Sementara hasil pantauan media ini, selain di Ternate Tanjung, juga Kelurahan Bailang, Kampung Tubir Paal 2 serta kelurahan sepanjang bantaran sungai Das Tondano, terendam air. Sedangkan di Kelurahan Taas Lingkungan 1 akses jalan putus akibat terjangan air. Kemudian di lingkungan 5 jalan Siswa Kelurahan Taas, longsor tanah menutupi badan jalan. Berikut salah satu rumah di Kampung Pece Banjer tertimpa pohon tumbang.
Akses jalan Taas lingkungan 5 tertutup longsor tanah dari rumah keluarga Mandias Lumentut
“Setelah melakukan pemantauan, saya lihat masih banyak warga mendirikan rumah di bibir sungai dan daerah perbukitan. Ke depan, harus ditertibkan. Jika tidak maka setiap musim penghujan pasti ada korban banjir dan tanah longsor. Untuk itu, diimbau agar warga tetap waspada ! jika hujan turun lagi, harus bertahan di lokasi pengungsian,”ingat Wagub Kansil.
 Salah satu rumah di Kampung Pece Banjer yang terkena pohon tumbang
Wagub juga mengingatkan agar para Kepala Lingkungan (Pala) dan Lurah untuk siap siaga dalam musim penghujan saat ini. “Aparat kelurahan harus standby dan terus melakukan monitoring lapangan. Ingatkan warga agar tetap mewaspadai fenomena alam ini,”sarannya saat mampir memantau DAS Tondano dari atas jembatan Megawati Singkil .

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh menyebutkan,hasil sementara Rapid Health Assessment kondisi Banjir di Kota Manado tanggal 11 Januari 2015. Wilayah terdampak: Kelurahan Karame, Kelurahan Kampung Ternante, Kelurahan Komo Luar, Kelurahan Kombos, Kelurahan Banjer, Kelurahan Dendengan Dalam, Kelurahan Dendengan Luar.

Posko Pengungsian yang terakses: Posko Tanjung Argentina di Kelurahan Kombos, Posko Pengungsi di Aula GMIM Yarden Dendengan Dalam, Posko Pengungsi di Kelurahan Komo Luar. "Banyak pengungsi menginap di rumah-rumah keluarga sehingga data pengungsian bukan merupakan data real,"katanya.

Punuh menyebutkan, kebutuhan Kesehatan sementara adalah: Air Bersih untuk hygiene dan sanitasi perorangan dan untuk memasak makanan: Makanan, Obat-obatan untuk penyakit ringan sperti influenza dan arthritis.

Logistik yang sudah disiapkan : PMT-ASI 500 dos (PPKK),Tenda Posko Kesehatan (Sudah Stand bye di Gudang PPKK) sebanyak 10 tenda, Paket Obat-obatan paket (UPK). Tim Kesehatan (Dari Dinas Kesehatan Kota Manado). Hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Manado, belum diperlukan tambahan tenaga kesehatan karena masih bisa dimobilisasi dari Tim Kota Manado.

"Support yang paling dibutuhkan adalah obat-obatan. Tim Kesehatan Provinsi dalam posisi stand bye dan siap di mobilisasi bila ada permintaan dari kota Manado,"terangnya seraya menambahkan,untuk sementara sudah di buka POSKO Banjir di Dinas Kesehatan Provinsi.(tim/sulutonline)