Tarif Laut Sulut Turun 8,4 Persen

Rapat penyesuaian tarif angkutan laut dan darat yang melibatkan instansi terkait (Foto Ist)Rapat penyesuaian tarif angkutan laut dan darat yang melibatkan instansi terkait (Foto Ist)

Tarif Darat (Bensin) 9 %, Darat (Solar) 5 %

Manado- Menyusul diturunkannya harga BBM oleh pemerintah menjadi Rp 6.600 untuk Premium dan Solar Rp 6.400 perliter, memaksa penyesuaian tarif angkutan di seluruh daerah, termasuk Sulut. Penyesuaian tersebut, baik angkutan darat maupun angkutan laut.

Alhasil, Pemprov Sulut melalui Dinas Perhubungan setelah melalui rapat bersama Organda, Jasa Raharja dan instansi terkait, Senin (19/01/2015), memutuskan untuk menurunkan 8,4 persen tarif angkutan laut dan penyeberangan 10 persen. Sementara untuk tarif darat khusus kendaraan pengguna BBM Bensin turun hingga 9 persen, dan kendaraan Solar turun 5 persen. Sedangkan tarif taksi megalami penurunan 10 persen dari Argo Rp 5000 per kilometer menjadi Rp 4500.

"Ini sudah menjadi kesepakatan bersama para pihak dan semua juga punya keinginan yang sama untuk mengamankan keputusan ini,"terang Kepala Dinas Perhubungan Joy Oroh.

Oroh menyebutkan, hasil rapat bersama tersebut segera akan diusulkan pada Gubernur Sulut untuk penetapan Surat Keputusannya. “Kita akan genjot sampai malam, agar keesokannya sudah bisa diterbitkan SK,”katanya.

Oroh berharap, keputusan penurunan tarif ini dipatuhi, sehingga tidak di akhiri dengan pembekuan ijin operasi bagi penyedia jasa transportasi yang melanggar."Kami akan koordinasi dengan administrator pelabuhan serta pihak terkait dengan kepatuhan atas penurunan tarif ini,"tegasnya.

Diketahui dalam rapat bersama tersebut, turut melibatkan Kepolisian Daerah Sulut, Yayasan Kembaga Konsumen Indonesia, Jasa Raharja, Organda, Perusahan Daerah Pelayaran Sitaro, Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan serta Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (Indonesian National Ship Owners Association).

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Kadiserindag) Sulut Ir Jenny Karouw secara terpisah menyebutkan, penurunan harga BBM ini tidak mempengaruhi harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Alasannya, karena harga Sembako tetap stabil karena jauh-jauh hari sudah diturunkan dan tetap dalam kontrol pemerintah.

“Tapi kalau harga elektronik dan sparepat kendaraan tetap mengikuti mekanisme harga pasar, sesuai suply and demand. Yang pasti, harga Sembako tetap aman,”terangnya. (tim/sulutonline)