Pemprov Sulut Antisipasi Gejolak Harga Sembako

Kadisperindag Sulut Ir Jenny KarouwKadisperindag Sulut Ir Jenny Karouw

Disperindag Sulut Surati Kabupaten Kota

Manado-Pasca diturunkannya harga BBM oleh pemerintah pusat, memaksa Pemprov Sulut melakukan rapat bersama instansi terkait, menyusul adanya gejolak harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di masyarakat.

Diketahui, di beberapa daerah di Indonesia melakukan aksi protes meminta diturunkannya harga Sembako, berikut Angkutan Kota (Angkot), serta harga barang elektronik termasuk sparepart kendaraan, menyusul diturunkannya harga BBM.

Menanggapi gejolak ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, Selasa (20/01/2015), menegaskan, harga Sembako aman dan terkendali. Justru katanya, kendati harga BBM akan naik lagi, namun harga Sembako tetap stabil.

Wagub Kansil juga mengingatkan agar para spekulan pasar jangan mengambil keuangan dalam situasi seperti ini.”Warga diimbau untuk ikut mewaspadai kemungkinan adanya penimbunan barang. Jika melihatnya, segera melaporkan pada aparat terdekat,”ingatnya.

Terkait dengan itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Kadisperindag) Sulut Ir Jenny Karouw, usai rapat bersama instansi terkait diruangan Asisten dua, Drs Sanny Parengkuan menyebutkan, pihaknya sudah menyurati Kabupaten dan Kota se Sulut untuk mengimbau para pengusaha agar menyesuaikan harga setelah penurunan harga BBM.

“Yang pasti, harga Sembako aman. Kecuali barang-barang dari luar daerah, karena berpengaruh pada biaya angkutan,”terangnya.(tim/sulutonline).