Wantanas Diminta Desak Pusat Realisasikan Bantuan Bencana

Tukaran cinderamata Wagub Sulut dengan Ketua Tim WantanasTukaran cinderamata Wagub Sulut dengan Ketua Tim Wantanas

Kansil: Jangan Hanya Sebatas Janji

Manado- Kunjungan kerja Tim Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) yang diketuai Masda TNI Yadi Koesyadi, Selasa (20/012015), dimanfaatkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, DR Djouhari Kansil, untuk meminta mereka mendesak pada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan bantuan bencana 15 Januari 2014 lalu.

Sebab ungkap Kansil dalam pertemuan yang berlangsung di ruangan Ex WOC kantor gubernur itu, sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Kota Manado pertengahan Januari 2014 lalu, janji pemerintah pusat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana belum direalisasikan.

Padahal, baik Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang maupun Walikota Manado GS Vicky Lumentut, setiap ke Jakarta selalu mempertanyakan realisasi bantuan pada warga Kota Manado, khususnya yang rumahnya rusak maupun hilang.

“Namun, hingga kini yang didapati 'baru sebatas janji' belaka. Untuk itu, diharapkan Wantanas ikut mempertanyakannya ke pusat terutama ke departemen terkait, karena bantuan tersebut sangat dibutuhkan warga korban bencana di Kota Manado,”ingatnya seraya menyebutkan, Pemprov Sulut sendiri sudah mengalokasi tanah untuk relokasi seluas 30 hektar di Pandu.

Wagub Kansil juga dan sejumlah kepala SKPD yang hadir, telah menyampaikan serta menitipkan masalah yang berkaitan dengan Pembanguan Irigasi untuk mewujudkan target Swasembada Pangan di tahun 2014, Pembangunan Infrastruktur yang saat ini masih belum selesai, satu diantaranya Jembatan Soekarno yang ditangan langsung oleh Kemeterian, soal Ilegal Fising di Sulut termasuk tuntutan ribuan nelayan Bitung dan masalah pendidikan serta beberapa masalah lainnya.

Ketua Tim Wantanas, Masda TNI Yadi Koesyadi menerangkan, pihaknya melakukan Kunker ke daerah-daerah dalam rangka menyerap aspirasi terkait masalah yang dihadapi. "Kami ke daerah dalam rangka 'belanja masalah' (melakukan pengkajian atas masalah yang dihadapi daerah). Jika ada masalah didaerah, yang berhubungan dengan Kementerian, kami akan merumuskan lalu melakukan pengkajian. Laporan kami langsung ke Pak Presiden, yang merupakan Ketua Wantanas RI," jelasnya.(tim/sulutonline).