Korban Bertambah, Sulut KLB-DBD !

Wagub Kansil memimpin Foging dan pembagian Abate di Kecamatan Mapanget ManadoWagub Kansil memimpin Foging dan pembagian Abate di Kecamatan Mapanget Manado

Wagub Kansil Pimpin Foging dan Bagikan Abate

Manado
-Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, akhirnya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulut. Menyusul jumlah korban DBD di Sulut terus mengalami peningkatan drastis, berikut 8 Kabupaten dan Kota juga masuk kategori KLB.

“Penetapan status KLB di Sulut ini, sudah sesuai Permenkes nomor 1501 tahun 2010 tentang penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sementara kabupaten dan kota penetapannya merupakan kewenangan Bupati dan Walikota setempat,,”terang Wagub Kansil saat didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh, usai melakukan Foging dan pembagian pasir Abate di kecamatan Mapanget, Rabu (28/01/2015).

Karenanya Wagub Kansil mengimbau agar Bupati dan Walikota se Sulut, untuk turun membantu masyarakat, terutama pada lokasi yang dicurigai adanya DBD. “Tentunya dengan melakukan Foging dan Abate. Pemprov Sulut akan mendukung dan membantu segala upaya yang akan dilakukan Kabupaten dan Kota untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat DBD,”ingatnya seraya menyebutkan agar masyarkat bisa mencegah DBD dengan 3 M, yaitu Menutup tempat-tempat air Menguras bak mandi atau ember yang tergenang air serta Mengubur barang bekas.
Wagub Sulut bersama jajaran Dinas Kesehatan Sulut saat berada di Kecamatan Mapanget
“Kepala Lingkungan (Pala) harus turun mengontrol warganya dan mengingatkan melalui pengeras suara tentang bahaya DBD, termasuk mengaktifkan kembali Posyandu. Nah ini tentunya juga ditunjang para Lurah dan Kepala Desa termasuk para Camat setempat,”tambahnya saat dialog dengan warga setempat bersama Camat Mapanget, Rivo Koloai AP serta sejumlah PNS dari Dinas Kesehatan Kota Manado .

Menariknya saat melakukan Foging di SD GMIM Siloam Sosonopan Kelurahan Paniki Kecamatan Mapenget tersebut, Wagub Kansil, dicegat anak-anak sekolah tersebut untuk dimintai tandatangan dan foto selfie bersama siswa Kesehatan yang ikut foging .

Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh yang saat itu didampingi Kabid Promkes dr Ingrid Girot M.Kes, Kabid PMK dr Hendrik Tairas, serta Kepala UPTD Balai Data dan Surveilans dr Devi Tanos Mkes, menyebutkan, hingga pukul 15.50 wita Rabu sore, total korban DBD di Sulut berjumlah 257 orang dan 3 diantaranya meninggal dunia (2 orang di Manado dan 1 orang di Kabupaten Sitaro). Sebelumnya pada pukul 13.30 wita, korban baru 253 orang.
Data jumlah kasus DBD di Sulut
“Data yang masuk pada pukul 15.50 wita, sudah menjadi 257 orang. Dimana ketambahan 4 orang. Masing –masing Manado 2 orang dan Minahasa 2 orang. Sebelumnya Kota Manado dari jumlah 79 kasus meningkat menjadi 81 kasus DBD. Sedangkan Minahasa dari 24 menjadi 26 kasus DBD. Kejadian ini merupakan siklus 5 tahunan,”ungkap Punuh.

Disebutkannya, penetapan KLB ini setelah melihat perbandingan dengan tahun 2014 lalu pada bulan Januari. Dimana Kota Manado pada bulan Januari 2014 tercatat 30 kasus DBD dengan 2 orang meninggal dunia. “Dan saat ini, Kota Manado merupakan daerah terbanyak penderitanya, yakni 81 kasus DBD,”terangnya.

Berikut data 8 kabupaten kota yang masuk kategori KLB, Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (lihat foto grafis). (tim/sulutonline).