Gawat , Korban DBD Terus Bertambah

Wagub Sulut bersama jajaran Dinas Kesehatan Sulut Wagub Sulut bersama jajaran Dinas Kesehatan Sulut saat berada di Kecamatan Mapanget pada Rabu lalu

Punuh: Saat Ini Korban Sudah Mencapai 274 Orang

Manado
-Tentunya ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Menyusul angka korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulut, terus bertambah. Jika pada Rabu (28/01/2015) lalu, sebanyak 257 korban, kini meningkat menjadi 274 korban atau bertambah 17 orang pada Kamis (29/01/2015).

“Saat ini korban DBD sudah meningkat menjadi 274 kasus. Foging dan pembagian Abate harus ditingkatkan. Terutama pada lokasi ditemukannya DBD. Selain itu, lakukan pencegahan melalui 3 M (Menutup, Menguras, Mengubur),”terang Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh melalui Kabid Promkes dr Ingrid Girot M.Kes, Kamis (29/01/2015) .

Punuh juga kembali mengingatkan pada kabupaten dan kota yang masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) - Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk terus melakukan monitoring seraya meningkatan Foging dan Abate.

Berikut data korban DBD yang terangkum melalui Dinas Kesehatan Sulut per 29 Januari 2015. Kota Manado (KLB) 87 kasus (2 orang meninggal dunia). Minahasa Utara (KLB) 61 kasus. Kota Bitung (KLB) 26 kasus. Tomohon (KLB) 15 kasus. Sitaro (KLB) 14 kasus (1 orang meninggal dunia). Bolmong (KLB) 12 kasus. Boltim (KLB) 6 kasus. Minsel (KLB) 7 kasus. Minahasa (KLB) 29 kasus.

Kemudian Kotamobagu 9 kasus. Mitra 1 kasus. Bolmut 2 kasus. Sangihe 4 kasus. Talaud 7 kasus dan Bolsel 0 kasus.

Sebelumnya Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil saat turun melakukan Foging dan pembagian Abate di Kecamatan Mapanget pada Rabu lalu, mengimbau agar Bupati dan Walikota se Sulut, untuk turun membantu masyarakat, terutama pada lokasi yang dicurigai adanya DBD.

“Tentunya dengan melakukan Foging dan Abate. Pemprov Sulut akan mendukung dan membantu segala upaya yang akan dilakukan Kabupaten dan Kota untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat DBD,”ingatnya seraya menyebutkan agar masyarkat bisa mencegah DBD dengan 3 M, yaitu Menutup tempat-tempat air Menguras bak mandi atau ember yang tergenang air serta Mengubur barang bekas.

“Kepala Lingkungan (Pala) harus turun mengontrol warganya dan mengingatkan melalui pengeras suara tentang bahaya DBD, termasuk mengaktifkan kembali Posyandu. Nah ini tentunya juga ditunjang para Lurah dan Kepala Desa termasuk para Camat setempat,”tambahnya saat dialog dengan warga setempat bersama Camat Mapanget, Rivo Koloai AP serta sejumlah PNS dari Dinas Kesehatan Kota Manado.