Gubernur Diberi Gelar “Bataha Lahansang Dulage”

Gubernur SHS dan Wagub Kansil bersama istri masing-masing saat Ritual Tulude Kabupaten Kepulauan Sangihe (Foto Ist)Gubernur SHS dan Wagub Kansil bersama istri masing-masing saat Ritual Tulude Kabupaten Kepulauan Sangihe (Foto Ist)

SHS: Tulude Ritual Adat Warisan Leluhur

Sangihe
-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) saat mengikuti ritual adat Tulude di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (31/01/2015) malam menyebutkan, acara Tulude ini merupakan salah satu acara ritual adat dan iven lokal yang perlu kita kembangkan karena adat seperti ini merupakan warisan budaya lokal leluhur yang sangat berharga.

Diketahui, dalam prosesi adat Tulude di Kabupaten Kepulauan ini juga merupakan rangkaian peringatan HUT ke - 590 Daerah Kepulauan Sangihe. Selain ikut dimeriahkan dengan hadirnya SHS bersama istri, Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil bersama istri, juga unsur Forkompida Sulut serta jajaran Pemprov Sulut.

"Moment pesta adat Tulude ini merupakan upacara ibadah syukur Pemerintah dan masyarakat Sangihe setelah diperoleh berkat selama setahun dengan harapan tahun yang berjalan ini diberikan kekuatan dan kesehatan serta diberkati segala kehidupan kami,"terang Bupati Drs HR Makagansa.

Upacara adat Tulude dimulai dari penghormaKtan adat atau Memindura, pemukulan gong dan tambur sebagai tanda upacara adat dimulai, kue adat Tamo atau Tamong Banua diarak untuk memasuki tempat upacara. Kue adat Tamo sebagai tanda persatuan dan kesatuan dikokohkan dalam suatu rencana yang baik dKari masyarakat.

Kue adat Tamo diserahkan oleh tetua adat atas nama masyarakat Kepulauan Sangihe kepada pemerintah sebagai wujud kebersamaan dalam membangun Kepulauan Sangihe yang dicintai turun temurun.

Sedangkan Nazam kiasan Tulude dibawakan oleh saudara Arifin Kasombang, dengan memohon doa kepada sang khalik untuk memberikan kesejukan bagi para pemimpin daerah dan memohon kepada Tuhan agar daerah Kepulauan Sangihe tetap dalam perlindungan dan pernyataannya dibawah oleh Noak Palakua dengan kata kata adat.

Gubernur SHS dan Wagub Kansil, serta Bupati Makagansa dan Ketua Dewan Sangihe mencelupkan tangan di air melati dan dilanjutkan pemotongan kue adat oleh Hermanto Mohonis di suguhkan kepada para tamu undangan.

Menariknya dalam kesempatan itu, Gubernur Sarundajang mendapatkan gelar adat Sangihe " Bataha Lahansang Dulage" yang berarti, “pemimpin yang kreatif”. (tim/sulutonline)