Silangen: Adendum Amdal TTN Masih Dikaji

Kepala BLH Sulut Edwin Silangen SEKepala BLH Sulut Edwin Silangen SE

Manado-Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut Edwin Silangen SE, melalui Kabid Tata Lingkungan Ir Joice Matheos, menyebutkan, permintaan adendum perusahaan pertambangan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang beroperasi di pegunungan Toka Tindung Likupang Minahasa Utara (Minut), sementara dalam kajian tim teknis.

“Dalam rapat bersama tim teknis dengan pihak PT TTN (MSM), menerima permintaan adendum, dengan catatan harus memperbaiki dokumen berdasarkan beberapa point penting masukan tim teknis. Saat ini berkas mereka, sementara dalam kajian tim teknis,”ungkap Silangen melalui Matheos, Kamis (12/02/2015).

Diketahui, adendum TTN (MSM) tersebut dari kapasitas produksi biji (ton/tahun) sesuai Amdal SK MenLH nomor 524 tahun 2009 tertanggal 5 Oktober 2009 sebanyak 150.000 sampai dengan 450.000 menjadi 850.000 (ton/tahun).

“Adendum tersebut dalam luas wilayah Kontrak Karya (KK) PT TTN blok 111 seluas 598 hektar,”terang Matheos yang juga merupakan ketia tim teknis tersebut, seraya menyebutkan, Addendum adalah istilah dalam kontrak atau surat perjanjian yang berarti tambahan klausula atau pasal yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokoknya namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok. (tim/sulutonline).