SHS Kembali Perjuangkan SPBU Daerah Kepulauan

SHS saat berbicara di hadapan anggota Komisi IV DPR RISHS saat berbicara di hadapan anggota Komisi IV DPR RI

Komisi IV DPR-RI Janji Siap Bantu Pembangunan di Sulut

Manado-Perjuangan Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) tak pernah kendur untuk menempatkan SPBU di daerah kepulauan. Buktinya, kunjungan kerja Komisi IV DPR RI, Senin (23/02/2015) dimanfaatkan SHS untuk kembali mempertanyakan realisasi kebutuhan BBM di daerah perbatasan tersebut.

Dihadapan Komisi IV DPR-RI yang membidangi Sektor Kelautan, Perikanan, Perkebunan dan Bulog yang berjumlah 8 orang dipimpin Ketua Komisi IV Eddy Prabowo tersebut, gubernur Sulut menyebutkan, dari Tiga daerah kabupaten kepulauan hanya satu kabupaten yang memiliki SPBU yaitu kabupaten Sangihe sedangkan kabupaten Talaud dan Sitaro belum memilikinya.

“Pada hal kami sudah berupaya minta perhatian Pertamina untuk dapat menyiapkan SPBU di Dua kabupaten ini. Namun hingga sekarang belum ada jawaban pasti. Bahkan Pertamina meminta agar dibiayai lewat APBN,”ungkap Gubernur dua periode ini saat pertemuan di ruang VIP Bandara Samratulangi Manado.

Sementara di sektor perikanan, SHS menjelaskan di wilayah Sulut masih sering terjadi pencurian ikan karena letak posisi perairan Sulut yang begitu strategis sehingga agak sulit bagi pemerintah dan pihak keamanan mengamankan wilayah perairan Sulut.

“Terutama masalah perikanan yang ada di daerah kepulauan. Penyebabnya adalah masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Tiga daerah kabupaten kepulauan hanya satu kabupaten yang memiliki SPBU yaitu kabupaten Sangihe,”terangnya seraya menyebutkan, nelayan di kepulauan memerlukan perhatian khusus agar terproteksi dengan baik seluruh hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV Eddy Prabowo saat pertemuan bersama Gubernur Sulut dan jajaran Pemprov Sulut
Menanggapi pernyataan SHS, Ketua Komisi IV Eddy Prabowo menyatakan, maksud kunjungannya untuk saling memberi masukan. "Kami sengaja datang kesini untuk membatu berbagai infrastruktur, karena Sulut merupakan salah satu provinsi yang sangat strategis serta merupakan salah satu daerah kepulauan dan perbatasan",kata Prabowo.

Dia menyebutkan, beberapa hal setelah disahkannya APBN 2015, harapan kiranya dana APBN murni yang masuk ke-Sulut dapat di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.” Karena itu kami siap membantu membangun daerah ini (Sulut-red),”ujarnya.

Prabowo juga menambahkan, selama beberapa hari berada di daerah ini mereka akan menyerap berbagai aspirasi rakyat yang ada di Bitung, Tomohon, Tondano serta akan melihat Bunaken. “Tim juga akan menyerap aspirasi rakyat karena sebagian besar rakyat Sulut bergantung dari sektor perikanan dan kelauatan,”jelas Prabowo.
SHS memberikan cinderamata buku Poros Maritim pada Eddy Prabowo
Dalam kesempatan tersebut Gubernur SHS telah memberikankan gambaran umum terkait berbagai potensi kekayaan alam yang di miliki Sulut. Dimana luas daratan hanya 2 persen sedangkan 80 persen merupakan wilayah lautan termasuk potensi sektor pertanian seperti produksi Pala dan Cengkeh.

Sulut juga menurut SHS memiliki pelabuhan alam yang begitu indah yaitu pelabuhan Bitung yang kini telah masuk RPJM nasional dan kini China minta agar mereka yang bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, mengingat Indonesia khususnya Sulut belum ada kerjsama dengan negara- negara lain, sehingga mereka tertarik untuk menanamkan modalnya di daerah Nyiur Melambai.

Selain itu SHS menyatakan, pemerintah daerah juga membantu nelayan untuk menjaga terumbu karang.
Hutan di Sulut juga tidak terlalu banyak, namun banyak wilayah Sulut masih hijau, ada juga hutan suaka alam di Bolaang Mongondow, dan pemerintah terus mengawasi penebangan kayu liar (ilegal loging).(tim/sulutonline).