Silangen: Amdal Bandara Miangas dan Melonguane Layak Ditetapkan

Rapat pembahasan dokumen amdal Rapat pembahasan dokumen amdal bandara Miangas dan Melonguane di kantor BLH Sulut

Wabup Talaud Minta Penambahan Trip Pesawat

Manado
-Seluruh warga Kabupaten Kepulauan Talaud, patut bersyukur. Menyusul dokumen Amdal (Analiasa Dampak Lingkungan) rencana pengembangan Bandara Melonguane dan Bandara Miangas sudah selesai dibahas dan layak ditetapkan.

Demikian terungkap dalam rapat pembahasan Dokumen Amdal ke dua proyek tersebut di kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut, yang dipimpin Kepala BLH Sulut Edwin Silangen SE, Kamis (26/02/2015).

Dikatakan Silangen usai rapat bersama Komisi Amdal, Pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait, pihaknya sudah membahas 2 dokumen Analisa Dampak Lingkungan, baik dokumen untuk Bandara Melonguane dan dokumen Bandara Miangas serta rencana kelola dan pemantauan pembangunan Bandara Miangas dan pengembangan bandara Melonguane.

“Setelah menerima masukan instansi teknis di Komisi Amdal diputuskan dua dokumen tersebut layak ditetapkan. Tentunya dengan menambahkan masukan-masukan dari Komisi Amdal kemudian dari pemerintah kabupaten/kota,”terang Silangen seraya menyebutkan, dalam rapat tersebut dilakukan penilaian oleh tim teknis.

Dijelaskan, semua masukan baik bersifat korektif, termasuk studi tambahan dari dokumen ini disanggupi pemerkasa dalam hal ini direktorat jendral perhubungan.“Diantaranya harus memperhatian kondisi awal sebelum dibangun bandara ini, terkait memperhatikan biota baik darat maupun laut di kedua daerah ini. Sehingga kita mampu mempertahankan lingkungan ketika bandara ini dibangun dan dikembangkan. Termasuk memperhatikan kondisi sosial masyarakat misalnya pembebasan lahan sementara berguilir dapat diselesikan tanpa menimbulkan resistensi,”katanya.

Silangen juga menyebutkan, juga diperhatikan soal pengerjaan bandara ini memanfaatkan tenaga kerja lokal. Sementara penetapan Dokumen Amdal ungkapnya, sesuai ketentuan Permendagri 80 selama 90 hari ke depan.

Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil, menyatakan menyambut baik hasil rapat tersebut. Kedepan nanti, pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan akan terus meningkat seiring pengembangan bandara Melonguane dan Miangas.

Secara terpisah, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Drs Petrus Tuange saat berada di kantor gubernur Kamis sore, menyatakan, ganti rugi tanah perpanjangan bandara sudah tidak bermasalah. Apalagi dalam ABPD Talaud tahun 2014 telah terealisasi senilai Rp 1,5 miliar dan dalam APBD tahun 2015 ini dianggarkan sebanyak Rp 3,5 miliar.

“Dengan melihat frekuensi arus penumpang, kami minta agar ada penambahan jadwal penerbangan dari perusahaan lainnya. Sebab, jika hanya satu perusahaan penerbangan, kami kuatir akan terjadi monopoli tiket. Saat ini saja tiket Manado-Melonguane berkisar Rp 750 ribu perorang. Idealnya, harga tiket Rp 500 ribu perorang,”terangnya.(tim/sulutonline).