ADM Pastikan Sulut Aman Buvanest Spinal

ADM saat mengunjungi kantor BPOM Manado (Foto Ist)ADM saat mengunjungi kantor BPOM Manado (Foto Ist)

BPOM Sulut Tarik 306 Boks Obat Injeksi Buvanest Spinal

Manado-Masa reses anggota Komisi IX DPR RI, dr Aditya Anugerah “Didi” Moha atau biasa disapa ADM dimanfaatkan untuk memastikan apakah Sulut aman (clear, red) dari peredaran obat Buvanest Spinal, menyusul meninggalnya dua orang pasien di RS Siloam Tangerang Jakarta usai mendapat injeksi Buvanest Spinal.

Alhasil, pada Jumat (27/02/2015) mengunjungi BPOM Manado, sekira Pukul 15.30 Wita. Selanjutnya, bersama Kepala BPOM Manado Susan Gracia Arfan langsung meluncur ke Distributor Kalbe Farma yang berlokasi di Minut, disana ADM disambut Kepala Cabang PT Enseval Putra Megatrading Paul Lenvin selaku distributor Kalbe Farma guna memastikan penarikan obat injeksi Buvanest Spinal.

"Kehadiran saya disini dalam masa reses sekaligus mengambil data terkait kasus obat Buvanest Spinal untuk kemudian akan kita bawa dalam rapat Panja di DPR RI nanti,”terang ADM pada wartawan.

Kepala Cabang PT Enseval Putra Megatrading Paul Lenvin selaku distributor Kalbe Farma, menyebutkan, obat injeksi Buvanest Spinal yang ditarik pihaknya sudah mencapai 306 boks, dan sudah dilaporkan. “Masyarakat juga tidak perlu khawatir akan peredaran obat injeksi Buvanest Spinal karena untuk mendapat obat ini harus atas resep dokter,"terangnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado Susan Gracia Arfan, mengatakan produk Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml dengan Nomor batch 629668 dari Outlet maupun stok yang beredar di Sulut sudah ditarik.

Penarikan tersebut menyusul turunnya surat edaran penarikan obat Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml dengan Nomor batch 629668 yang sempat beredar di pasaran berdasarkan surat PT Kalbe Farma No.002/QO/KF/II/2015. Pasalnya, diduga meninggalnya dua orang pasien di RS Siloam Tangerang Jakarta, akibat usai mendapat injeksi Buvanest Spinal.

"Penarikan obat Buvanest Spinal telah dilakuan pada tanggal 14 sampai 17 Februari 2015 lalu. Pihak distributor Kalbe Farma cabang Manado sudah menarik produk Buvanest Spinal. Sedangkan jenis obat Asam Tranexamat tidak beredar di Sulut," jelas Gracia saat menerima kunjungan kerja (Kunker) pengawasan anggota Komisi IX DPR RI Aditya Anugerah “Didi”Moha. (tim/sulutonline).