“Bitung New Gateway of Indonesia in Asia Pacific”

Wagub Kansil saat Rakor Kesiapan Rencana Pembangunan Tol Laut di kantor Badan Intelejen Negara (BIN) JakartaWagub Kansil saat Rakor Kesiapan Rencana Pembangunan Tol Laut di kantor Badan Intelejen Negara (BIN) Jakarta

Kansil Presentasikan Hub Port Bitung Sebagai Dukungan Pembangunan Tol Laut

Manado-Pememrintah RI terus menggalakan rencana kesiapan pembangunan Tol Laut sebagai “jalur sutera” perdagangan Indonesia. Alhasil, Rapat Koordinasi (Rakor) kementrian terkait digelar di gedung serba guna Badan Intelejen Negara (BIN) Jakarta, Kamis (05/03/2015).

Luar biasanya, dalam Rakor yang juga dihadiri Kementrian PU, Kementrian Perhubungan, Kementrian Perumahan Rakyat serta Gubernur Sumatra Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi, dan Pakar Kelautan Sulut Prof DR Charles Kepel tersebut,Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, berhasil menyakinkan pemerintah pusat, betapa pentingnya Hub Internasional Pelabuhan Bitung sebagai New Gateway of Indonesia in Asia Pacific.

Wagub Kansil yang juga menjadi salah satu pemateri, menyampaikan tentang kesiapan Pemprov Sulut untuk mendukung pembangunan Hub Internasional Pelabuhan Bitung dan permasalahannya.

Ditegaskan Wagub Kansil, Sulut memiliki geoposisi yang sangat strategis, terletak di antara Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, yang adalah Critical Entry Point, dan sebagai salah satu provinsi kepulauan di Indonesia.

“Geografis Bitung bisa meningkatkan daya saing ekonomi, mendorong pasar ekspor ke negara Asia Pasifik, dengan menjadikan Bitung sebagai New Gateway of Indonesia in Asia Pacific,”ingatnya dalam Rakor yang juga dihadiri para petinggi BIN RI.

Selain itu Wagub mengatakan ada 6 faktor utama kesiapan Pemprov Sulut mendukung pembangunan Hub Internasional Pelabuhan Bitung. Pertama, kebijakan daerah yang merujuk pada RPJPD Sulut Tahun 2003-2025 (Perda Nomor 3 Tahun 2011) dengan Visi Sulut, yang Berbudaya, Berdaya Saing, Aman dan Sejahtera sebagai pintu gerbang di kawasan Asia Pasifik. RPJPD ini dijabarkan dalam RPJMD 2010-2015 (Perda Nomor 4 Tahun 2011). Selanjutnya dalam RTRW Provinsi Sulut 2014-2034.

Faktor Kedua, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang adalah usulan atau inisiatif dari Pemprov Sulut, untuk mendukung Pelabuhan Bitung sebagai Hub Internasional. Faktor Ketiga, infrastruktur wilayah yang mencakup pembangunan Tol Manado-Bitung, pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road II, perpanjangan Runway Bandara Internasional Sam Ratulangi dari 2.650m menjadi 3.000m, pembangunan Bandara Miangas, Bandara Pihise Sitaro, dan Bandara Lolak Bolmong, juga rencana pembangunan infrastruktur jaringan kereta api serta menyiapkan infrastruktur mendukung IHP Bitung yaitu Bendungan multifungsi Kuwil.

Faktor Keempat, potensi Sumber Daya Alam (SDA), dimana Sulut memiliki SDA yang sangat kaya dan beragam yaitu Pertanian, Perikanan dan, Pariwisata serta Mineral.

Faktor Kelima, Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang ada di Sulut berdasarkan RTWN terdapat 3 KSN yaitu KAPET Manado Bitung, DAS Tondano, dan Kawasan Perbatasan Antar Negara. KSN ini dikembangkan untuk mendukung kepentingan ekonomi, konservasi, pariwisata dan ketahanan negara.

Faktor yang Keenam yaitu Kawasan Strategis Cepat Tumbuh, mencakup pengembangan Kawasan Agropolitan dan Kawasan Minapolitan.

“Perlu adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan semua stakeholder terkait mewujudkan kegiatan pembangunan ini. Pemprov Sulut akan terus mendukung pelabuhan Bitung sebagai Hub Internasional khususnya di Bagian Timur Indonesia,”tandas kansil.

Turut hadir, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Sulut Drs Joi Oroh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut Ir Ronald T. H. Sorongan Msi, Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta Suprianda Ruru, Sekretaris Bappeda Provinsi Sulut Ir Randy Rompas. (tim/sulutonline).