Ketahanan Pangan Dunia Harus Diupayakan

Manado-Perwakilan dari 10 negara ASEAN plus Jepang, China dan Korea yang tergabung dalam Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTEER) hari ini memulai Preparatory Council ke -4 di Manado Sulawesi Utara.

Kehadiran perwakilan dari 13 negara ini dalam rangka membahas kesiapan negara-negara anggota APTEER sendiri dan secara global dalam rangka peningkatan kesiapan dan ketersediaan pangan dalam kondisi-kondisi darurat seperti saat terjadi bencana alam.

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang memilih Sulawesi Utara untuk menjadi tuan rumah. Pemilihan Sulut menjadi tuan rumah semakin menambah deretan pelaksanaan ivent internasional setelah Sulut berhasil melaksanakan ivent-ivent sebelumnya.

Pertemuan ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan di Hotel Swissbell Maleosan Manado. Acara pembukaan juga dihadiri oleh Staf Ahli Mentan Bidang Linkungan Ibu Yusni Amellia Harahap mewakili Menteri Pertanian RI.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur antara lain menekankan pentingnya negara-negara di dunia untuk tetap menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya terutama di saat negara-negara tersebut menghadapi keadaan darurat seperti bencana alam.

Lebih dari itu, menurut Gubernur setidaknya ada 4 alasan mendasar yang menjadi latar belakang pengembangan cadangan pangan di masing-masing negara dan secara global. Pertama, bahwa cadangan pangan dunia saat ini menurun sampai hampir setengah. Bank Dunia sendiri telah mengingatkan bahwa cadangan pangan Indonesia saat ini berada pada tingkat terendah dan harus segera diatasi. Oleh karena itu Provinsi Sulut terus berupaya mempertahankan swasembada pangan di tahun 2011 dan akan berupaya mencapai swasembada beras di tahun 2011.

Kedua, Situasi iklim yang tidak menentu yang mengakibatkan banyak terjadi bencana di berbagai belahan dunia sangat mengancam ketersediaan pangan. Ketiga, Perkembangan jumlah penduduk dunia yang begitu cepat dapat mengancam ketahanan pangan kalau tidak segera dilakukan upaya mempertahankan cadangan pangan. Keempat, disamping bencana alam, banyak juga kejadian darurat yang memerlukan cadangan pangan.

Gubernur mengharapkan pertemuan ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting untuk dibawa dalam pertemuan yang lebih tinggi sebagai bagian dari konsep berkelanjutan yang dikembangkan dan dihasilkan pada pertemuan di bumi nyiur melambai ini. (Tim/sulutonline)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.