Astaga, 7500 Pelajar di Sulut Pecandu Narkoba

Bahan Berbahaya Narkoba (Foto Ist)Bahan Berbahaya Narkoba (Foto Ist)

Sulut Zona Merah Peredaran Narkoba

Manado-Ini tentunya menjadi tanda awas bagi pemerintah Sulut. Terutama orang tua murid. Menyusul data yang dibeber Kepala BNN Sulut, Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto Msi, sangat menguatirkan. Betapa tidak, tercatat sebanyak 7500 pengguna narkoba adalah mahasiswa dan pelajar.

Dikatakan Sumirat, pecandu narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) tembus angka 36.700. Sekitar 7500 diantaranya berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa.

Temuan itu membuktikan penggunaan zat terlarang dikalangan pelajar kian marak. Itu diduga selaras dengan menggilanya peredaran Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif,red) di Sulut.

“Di Sulut ada 36.700 pecandu narkotika. 22 persen atau sekitar 7500 adalah siswa dan mahasiswa,” ungkap Sumirat pada wartawan usai melaporkan hal ini pada Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang di kantor gubernur, Selasa (10/03/2015)

Diakuinya, jumlah pecandu narkoba di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2013 angka pengguna mencapai angka 660 ribu dan tahun 2014 meningkat menjadi 4,5 juta. Indonesia malah masuk kategori sebagai negara pengguna narkotika terbesar se Asia Tenggara.

“Sekitar 40 persen peredaran hingga pengguna narkoba di asia tenggara ada di Indonesia. Hampir 48 triliun transaksi narkoba terjadi di Indonesia. Itu yang terbesar se Asia Tenggara,” ungkapnya.

Akan hal itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan BNN untuk melakukan penanganan secara bertahap hingga Indonesia bebas dari narkoba. “Itu hasil pertemuan BNN dengan Pak Presiden baru-baru ini. Presiden meminta agar BNN dapat merehabilitasi sedikitnya 400.000 pecandu di Indonesia setiap tahun. Diharapkan 10 tahun ke depan Indonesia termasuk di Sulut, bisa terbebas dari Narkotika,”ingatnya. (tim/sulutonline)