Pusat Seriusi Pembebasan Lahan Tol Manado - Bitung

Drs Sanny Parengkuan saat memimpin rapat evaluasi jalan Tol Manado - BitungDrs Sanny Parengkuan saat memimpin rapat evaluasi jalan Tol Manado - Bitung

Manado-Pembangunan jalan tol Manado – Bitung terus menjadi perhatian Pemprov Sulut. Alhasil, dilakukan rapat evaluasi yang di pimpin Asisten Pembangunan dan Ekonomi Drs Sanny Parengkuan, diruang Ex WOC kantor gubernur, Kamis (12/03/2015).

Rapat evaluasi yang melibatkan instansi terkait tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas PU Sulut Ir JE Kenap, Kepala BKPM Sulut Ir Jemmy Kuhu Msi, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Pememrintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemkot Bitung.

Dalam kesempatan itu, Kadis PU Sulut Ir Eddy Kenap melaporkan, panjang jalan Tol Manado-Bitung, 39 Km terdiri dari Dua segmen yaitu segmen 1 Manado- Airmadidi, segmen 2 Airmadidi-Bitung.

Posisi sampai saat ini terangnya, sudah di laksanakan Graund Breaking sejak tahun 2014 lalu, oleh Menko Perekonomian RI Chairul Tanjung sepanjang 6 ratus meter. Sementara terkait dengan pembebasan lahan di segmen 1 sudah tuntas 90 persen.

Dikatakannya, Pemprov Sulut terus berupaya bersama Pemkab Minut dan Pemkot Bitung agar pembebasan lahan seluruhnya di targetkan sampai tahun 2016 mendatang, karena masih terjadi sedikit kendala seperti untuk pembayaran ganti rugi, dimana pemilik tanah tidak berada di tempat, pemindahan kerangka di pekuburan, pemindahan tempat ibadah dan sekolah serta penebangan pohon.

Namun Kenap merasa optimis bahwa kendala-kendala yang ada tersebut akan segera tuntas, karena pemerintah provinsi dalam hal ini Pak Gubernur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Kasubid Infrastruktur Transportasi Darat Jalan dan jembatan BKPM Gatot Subyargo W dan Anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi menyebutkan, kedatangan mereka dalam rangka mengevaluasi perkembangan Jalan Tol Manado-Bitung. Disebutkan, djalan Tol Manado-Bitung telah masuk dalam agenda RPJM 2015 sampai dengan 2019.

Pamboedi mengatakan, kiranya Pemprov Sulut dapat memasang papan pengumuman di setiap lahan yang sudah dibebaskan bahwa tanah ini milik pemprov agar bisa menghindari terjadinya pencurian aset.

Sementara Kepala BKPM Sulut Ir Jemmy Kuhu Msi menyebutkan, kiranya pelaksanaan jalan Tol Manado-Bitung dapat melibatkan, BKPM Sulut karena terkait dengan investasi penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal Dalam Negeri (PMDN). “Karena di Sulut BKPM dan PTSP masih terpisah,”ingatnya. (tim/sulutonline).