Dollar Naik, Harga Komoditi Sulut Ikut Naik

Dollar AmerikaDollar Amerika

SHS Berharap Rupiah Kembali Menguat

Manado-Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menyebutkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat Indonesia terancam krisis moneter (krismon). Namun ancaman tersebut, mampu dihadapi rakyat Sulut.

Sebab menurut SHS, rakyat Sulut selalu menggantungkan hidupnya terhadap hasil bumi dan laut. Jadi jika ada krismon maka masyarakat Sulut akan mampu survive.

“Bahkan ada warga Sulut yang berharap krismon (Kenaikan Kurs Dollar, red) terjadi lagi. Sebab dengan begitu, harga jual Cengkih, Kelapa dan Pala ikut naik,”canda SHS pada wartawan, Senin (16/03/2015) usai menerima kunjungan anggota Komisi VI DPR RI di kantor gubernur.

Diakuinya memang saat ini bangsa Indonesia diperhadapkan dengan pengaruh ekonomi global yang membuat nilai tukar rupiah melemah. SHS berharap agar dalam waktu dekat nilai tukar rupiah kembali normal. Apalagi pemerintah telah berjanji untuk menyelesaikan masalah ini sampai bulan April mendatang.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Sulut Luctor Tapiheru mengatakan jika kenaikkan dolar tidak perlu diresahkan oleh masyarakat Sulut. Pasalnya masyarakat Sulut hampir semua menggunakan rupiah untuk setiap transaksi, jadi kenaikkan dolar tidak akan berpengaruh.

Tapiheru menjelaskan, jika kenaikkan dolar saat ini dipicu oleh berkembangnya ekonomi Amerika. Sehingga para pemilik modal tentu saja berharap keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Amerika tersebut.

Ditambahkannya khusus untuk Indonesia, jumlah dolar tidak terjadi kekurangan. Artinya investasi di Indonesia tetap terbuka bagi para pemilik modal. Namun jumlah dolar tersebut bisa disimpan untuk hal-hal yang lain.

Sementara untuk Sulut sendiri, menurutnya keadaan ini akan semakin menguntungkan. Pasalnya kenaikkan dolar akan memicu kenaikkan harga barang modal, yang artinya belanja tersebut akan diputar kembali untuk produksi. Sehingga kesempatan ini digunakan untuk meningkatkan jumlah ekspor Sulut. Dengan meningkatkan ekspor maka akan menyumbang devisa bagi negara.(tim/sulutonline).