Insan Pers Diharapkan Tunjang Pembangunan KEK Bitung

Zhenzen Tiongkok (Foto Ist)Zhenzen Tiongkok (Foto Ist)

Golden Triangle Utus Tim 27 Studi Banding ke Zhenzhen

Manado
-Golden Triangle (DR Sinyo Harry Sarundajang, DR Djouhari Kansil, Ir SR Mokodongan), akhirnya mengutus tim 27 untuk melakukan studi banding ke Zhenzhen pada Sabtu (28/03/2015). Dipilihnya Zhenzhen di Provinsi Guangdong Tiongkok, menyusul sejarah kota ini hampir mirip dengan Kota Bitung yang dulunya merupakan desa nelayan.

Zhenzhen saat ini telah menjadi ibukota teknologi Tiongkok, hanya dalam kurun waktu sekira 30 tahun, sejak pemerintahan Deng Xiau Ping berkuasa. Shenzhen mampu mengubah diri dari kampung nelayan kumuh menjadi kota besar dengan ratusan pencakar langit.

Bermula tahun 1979, ide Tiongkok untuk menyaingi popularitas Hong Kong, pusat ekonomi Pasifik ketika itu. Sejak itu, Shenzhen menjadi Zona Ekonomi Eksklusif.

“Nah, dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, yang ditopang pemerintah Tiongkok dengan investasi Rp 35 triliun. Bitung diharapkan akan sejajar dengan Zhenzhen,”ujar Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sebelum bertolak ke Jakarta, Selasa (24/03/2015) lalu, untuk bergabung dengan pemerintah pusat menuju Tiongkok melakukan penandatangan Memory Of Agreement (MoA) antara presiden Indonesia dengan presiden Tiongkok.

Secara terpisah Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, menyatakan optimis jika Bitung akan sejajar dengan kota-kota penting di dunia. “Impian pak Gubernur dengan konsep Poros Maritim, menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang Asia Pasific bakal terwujud,”kata Kansil dengan optimis.

Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, saat briefing bersama tim 27 insan pers yang biasa meliput jajaran Pemprov Sulut, Rabu (25/03/2015), berharap agar dengan kunjungan ini, insan pers bisa melihat langsung bagaimana perkembangan kota bisnis Zhenzhen menjadi sedemikian hebat, untuk dijadikan bahan tulisan bagaimana nantinya KEK Bitung akan seperti Zhenzhen.

“Apa yang selama ini diperjuangkan pak gubernur, segera akan terwujud. Nah ini tentunya menjadi kado atau tanda mata bagi pasangan DR Sinyo Harry Sarundajang dan DR Djouhari Kansil, untuk pemimpin Sulut selanjutnya. Terlebih bagi kesejahteraan masyarakat Sulut. Tentunya saya pribadi dan masyarakat umumnya memberikan apresiasi yang tinggi atas gagasan tersebut,”ingat Mokodongan saat didampingi Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov Dra Lynda Watania dan Kabag Humas Drs Yahya Rondonuwu.(tim/sulutonline).