Jokowi Puji Gebrakan SHS

Presiden Jokowi didampingi SHS Presiden Jokowi didampingi SHS saat memberikan keterangan pers terkait rencana penandatangan MoA dengan Tiongkok

Penandatangan MoA Indonesia-Tiongkok

Beijing-Hasil presentasi gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) tentang kesiapan Pemprov Sulut, khususnya rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, dihadapan presiden Jokowi bersama sejumlah menteri negara, seakan memberikan angin segar terkait rencana penandatangan MoA (Memorandum of Agreement) yang diagendakan pada Jumat (27/03/2015).

SHS yang ikut didampingi Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Drs Sanny Parengkuan, Kepala Bappeda Ir Roy Roring, Kadis Perindag Ir Jenny Karouw, Karo Ekonomi Jane Mendur SE, Karo Hukum Marsel Sendoh SH, dan Staf Khusus Gubernur Bidang Perencanaan Pembangunan Ir Franky Manumpil, saat mempresentasikan kesiapan Sulut, Kamis (26/03/2015) di St Regis Hotel, Beijing pada Jokowi, berhasil menyakinkan Presiden bersama kabinetnya, betapa Sulut sangat siap menyambut investasi Tiongkok senilai Rp 35 triliun.

Disebutkan Parengkuan, usai presentasi SHS, Presiden Jokowi mengaku kagum dengan terobosan dari Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang. Karenanya, Presiden menginginkan kalau bisa ground breaking pembangunan KEK dipercepat dan dilaksanakan pada bulan Mei 2015 mendatang.
Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofian Djalil, Dubes China untuk Indonesia Xi Feng, SHS, Kepala BKPM RI Franky Sibarani, dan Menteri BUMN Rini Soemarno  saat konferensi pers
Dalam pertemuan yang penuh keakraban friendly meeting, Presiden memuji kegigihan Gubernur Sulawesi Utara, “Kalau semua Gubernur di Indonesia seperti Pak Sarundajang, saya yakin kita banyak berhasil dalam percepatan pembangunan nasional,”puji Jokowi dalam briefing tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi merasakan publik transportasi di Beijing, dengan menggunakan kereta api di Dongzhimen Subway Station. Presiden didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, dan President of China Railway Sheng Guangzu.

Saat melakukan uji coba, Presiden Joko Widodo mengaku kagum menyaksikan pesatnya kemajuan sistem transportasi massal di Beijing, Tiongkok. Transportasi massal Kereta Ekspres Bandara dari stasiun kereta bawah tanah (subway) Dongzhimen menuju Bandara Internasional Capital, yang ditempuh hanya 25 menit.
Jokowi bersama SHS persiapan courtesy call dengan Presiden China Xi Jinping (Foto FM)
Dalam kesempatan itu, Gubernur SHS juga menyampaikan, Pemprov Sulut telah menjalin kerja sama sinergis dengan investor Tiongkok untuk membangun jaringan kereta api dari Makassar ke Manado dan kota lainnya di Sulawesi Region.

“Keberadaan jalur kereta api di Manado sudah sangat mendesak. Ini menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan,”terang SHS.

Agenda selanjutnya pada Jumat (27/03/2015) Gubernur akan menandatangani MoA (Memorandum of Agreement) dengan BUMN Tiongkok – CCCC (China Communication Construction Company) setelah beberapa waktu lalu telah ditandatanagai MOU (Memorandum of Understanding), perihal investasi pengembangan Infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus, dan akan disaksikan langsung oleh Presiden RI Jokowi bersama Presiden Xi Jinping di Great Hall of People. “Setelah itu, rombongan akan ke Naning City, kota Expo,”jelas Parengkuan. (tim/sulutonline).