Kerukunan Sulut Diyakini Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tukaran cinderamata Wagub Kansil dengan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin saat pertemuan Regional  FKUB dan Exibisi Olahraga dan Seni se SulawesiTukaran cinderamata Wagub Kansil dengan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin saat pertemuan Regional FKUB dan Exibisi Olahraga dan Seni se Sulawesi

Dari Pertemuan Regional FKUB Bersama Menag RI

Manado-Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil saat pertemuan Regional Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) dan Exebisi Olahraga dan Seni ke-4 se- Sulawesi yang berlangsung di Graha Bumi Beringin Manado, Rabu (08/04/2015) menyebutkan, kerukunan umat beragama di Sulut mampu pula menghasilkan kemitraan sinergis, kemitraan mutualis dan kemitraan partisipatif antar pemerintah dengan masyarakat.

Dalam acara yang dihadiri Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, serta para Kakanwil Kemenang se- Sulawesi itu, menurut Wagub, kemitraan itu telah berbuah berbagai kebijakan dan program kerja sehingga berbagai kebijakan dan program kerja telah memberikan capaian keberhasilan, yang dibuktikan dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi dan semakin aktifnya sektor riil/produktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

“Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan signifikan, dimana secara rata-rata ekonomi lokal mampu tumbuh 7,53- 8 %, mampu membuka lapangan pekerjaan sehingga pengangguran dapat ditekan sampai pada angka 7,54 % dan kemiskinan pada angka 7,85 %,”terang Wagub Kansil.

Disamping itu ungkapnya, melalui pemantapan karakter yang berasal dari nilai-nilai agama, maka kita berhasil dalam upaya pemantapan tata kelola pemerintahan yang baik.

Karenanya Wagub berharap, agar Menteri Agama RI, mempercepat peningkatan status STAKN dari sekolah tinggi menjadi Universitas, sama seperti STAIN statusnya telah menjadi Universitas. Kedua perguruan tinggi ini merupakan anak kembar dimana kampusnya berada di satu lokasi.

Menanggapi itu, Menag RI H Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, pertemuan ini kiranya akan meningkatkan kerukunan antar umat beragama tidak hanya bagi Sulut sendiri yang memang telah dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi pluralisme, karena kerukunan yang begitu kuat, tapi juga bagi seluruh daerah di tanah air.

Menag RI mengaku tidak setuju, munculnya konflik-konflik horizontal di beberapa daerah sering dikaitkan dengan agama, dan ini menjadi tantangan kita kedepan.“Aneh memang, agama yang begitu mulia bisa menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Karena itu kita semua perlu mawas diri sekaligus introspeksi,”ingat Saifuddin.

Karena itu Menag RI mengingatkan, kita harus menjunjung tinggi toletansi antar umat beragama, dengan saling mengharggai pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain, agar dimasa mendatang Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, karena mampu mengelola kemajemukan yang ada.

Kakanwil Kemenag Sulut Drs H Suleman Awad MPd, menyebutkan, pertemuan regional FKUB bertujuan untuk memantapkan kerukunan umat beragama, mengidentifikasi persoalan-persoalan yang muncul sebagai akibat konflik yang mengatasnamakan agama serta menentukan langkah-langkah strategis bagi terwujudnya kerukunan dan kedamaian antar umat beragama.

Turut hadir Kapolda Sulut Brigjen Wilmar mapaung SH, BKSAUA dan FKUB Sulut serta sejumlah tokoh masyarakat. Sebelumnya, rombongan Menag RI didampingi Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat peresmian peningkatan status STAIN menjadi Universitas.(tim/sulutonline).