Pemprov Turunkan Tim Sidak Pangkalan Elpiji

Tim sidak saat berada di kantor SPPBE LiwasTim sidak saat berada di kantor SPPBE Liwas

Kawatu: Stock Sementara Didistribusikan

Manado-Setelah melakukan teguran terhadap Pertamina terkait kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram, Pemprov Sulut langsung menurunkan tim melalui Biro Ekonomi untuk melakukan Operasi Mendadak (Sidak) di sejumlah pangkalan elpiji di Kota Manado.

Alhasil, didapati hasil Sidak, Selasa (05/05/2015) pada sekitar 15 pangkalan, masih dalam keadaan kosong. Jika pun ada, harga melambung hingga Rp 35.000 sampai Rp 50.000 pertabung untuk elpiji 3 kilogram.

“Hasil Sidak ini akan kami laporkan pada atasan untuk dilakukan evaluasi. Kami berharap Pertamina segera melakukan antisipasi kelangkaan elpiji 3 kilogram ini,”kata Kepala Bagian Indag dan Pariwisata Biro Ekonomi Setdaprov Sulut Dra Ivon Kawatu usai Sidak.
Tim Sidak Pemprov Sulut saat mendapati mobil truck pengangkut sedang menjual gas elpiji di seputaran SPPBE Liwas
Menariknya, saat Sidak berlangsung didapati truk pengangkut jatah untuk Kabupaten Minahasa, sedang melakukan penjualan langsung pada sejumlah warung di seputaran SPPBE Liwas. “Kalau soal itu, sudah bukan tanggung jawab kami. Itu tanyakan pada sopir pengangkut dan pangkalan yang bersangkutan. Kami hanya melayani permintaan, diluar itu, bukan tanggangjawab kami,’kata Azwar salah satu petugas SPPBE PT Sinar Pratama Cemerlang Liwas.

Kepada Tim Sidak Biro Ekonomi Pemprov Sulut, Azwar menyebutkan, untuk saat ini penyaluran sementara berlangsung. “Stok yang masuk dari Bitung sudah sebanyak 88 Matriks Ton (MT). Memang 3 hari lalu banyak masyarakat datang kesini untuk membeli elpiji, tapi kami tidak melayaninya sebab bukan kewenangan kami, tugas kami hanya menyalurkan sesuai permintaan pangkalan,”terangnya pada Kawatu.

Dalam kesempatan itu, Kawatu kembali mengingatkan agar pihak Pertamina secepatnya menyalurkan gas elpiji 3 kilogram ke masyarakat Kota Manado. “Pangkalan SPPBE untuk kota Manado ada di Minut. Karenanya kami berharap agar Pertamina secepatnya menyalurkannya mengingat banyak spekulan yang memanfaatkan situasi ini,”ingatnya. (tim/sulutonline).