Pemprov Sulut Antisipasi Investor “Bodong”

Kepala BKPM Sulut Dra Lynda Watania saat press conference bersama BPKM RI di sela-sela acara RIFKepala BKPM Sulut Dra Lynda Watania saat press conference bersama BPKM RI di sela-sela acara RIF

BKPM RI Jaring Minat Investasi di Manado

Manado-Kendati membuka peluang selebar-lebarnya bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Sulut, namun, Pemprov Sulut sangat berhati-hati, termasuk mewaspadai calon investor “bodong” alias tidak jelas.

Kewaspadaan Pemprov Sulut itu menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulut, Dra Lynda D Watania saat press conference bersama tim BKPM RI, di sela-sela kegiatan Regional Invesment Forum (RIF), Rabu (20/5) di hotel Sintesa Peninsula Manado, karena sudah banyak kasus terkait investor bodong tersebut.

“Tentunya kami membuka peluang investasi seluas-luasnya di Sulut. Tapi harus sesuai aturan yang jelas, termasuk dalam melakukan Memory of Understanding (MuO), harus melibatkan pemerintah Negara yang bersangkutan, selain investornya. Intinya kami tidak mau kecolongan seperti beberapa kasus yang melibatkan investor bodong tersebut,”terang Watania.

Dikatakannya, hal ini memang sesuai pemikiran Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam menarik calon investor. “Pak gubernur, tidak mau melakukan MoU jika tidak melibatkan pemerintah Negara terkait, seperti contoh waktu lalu, pak gubernur telah melakukan MoU yang ditindaklanjuti dengan Memory of Agreement (MoA) dengan pengusaha Tiongok di Beijing, terkait bantuan senilai Rp 35 triliun untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, dan disaksikan Presiden RI dan Presiden Tiongkok,”terang Watania.

Senada dengan itu, Direktur Wilayah III Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM RI, Wisnu Wijaya, mengingatkan, agar daerah harus super hati-hati terkait maraknya investor bodong tersebut. “Memang banyak yang model seperti ini, yang hanya mencari keuntungan sendiri dari MoU tersebut. Sebaiknya harus jelas siapa mereka, baik track record perusahaannya maupun orangnya,”sarannya.

Sementara Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mewakili Gubernur Sulut, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, dimana kerjasama Pemprov Sulut dan BKPM RI dalam gelar potensi investasi daerah ini memiliki tujuan untuk menampilkan sejumlah peluang potensi investasi dari seluruh provinsi yang ada di pulau Kalimantan, Maluku dan Sulawesi terutama Provinsi Sulawesi Utara.

Mokodongan juga menjelaskan sejumlah potensi investasi yang ada di Sulut serta sejumlah pembangunan yang sudah dijalankan pemerintah hingga saat ini.

Kegiatan ini merupakan satu prioritas dari pemerintahan Jokowi-JK dimana pembangunan diutamanakn dimulai dari daerah luar jawa. Penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan mengusahakan percepatan realisasi investasi.(tim/sulutonline).