Ketum APSSI Sebut SHS Pakar Sosiologi Konflik

Foto bersama peserta Kongres Asosiasi Program Study Sosiologi Indonesia  (APSSI) II dan Konferensi Nasional Sosiologi IVFoto bersama peserta Kongres Asosiasi Program Study Sosiologi Indonesia (APSSI) II dan Konferensi Nasional Sosiologi IV

Pengurus HIPIIS Cabang Sulut 2015-2017 Resmi Dilantik

Manado- Ketua Umum Asossiasi Program Study Sosiologi Indonesia DR Mohammad Najib Azca MA saat menyampaikan sambutan pada acara Kongres Asosiasi Program Study Sosiologi Indonesia (APSSI) II dan Konferensi Nasional Sosiologi IV, di Graha Bumi Beringin Manado, Rabu (20/05/2015) memberikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS).

Apresiasi ini menurut Najib, menyusul saat SHS dipercayakan oleh pemerintah pusat untuk mengatasi konflik horisontal yang pernah terjadi di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

"Gubernur Sarundajang punya pengalaman mengelola konflik, dan berhasil melakukannya di Maluku dan Maluku Utara. Karena itu SHS merupakan salah satu pakar sosiologi konflik,"ungkap Najib.

Najib menyebutkan, APSII yang baru berdiri Tahun 2010 lalu, ibarat manusia masih balita dan masih perlu konsolidasi akademik seperti ini, melakukan refleksi serta kelembaggaannya terus di perkuat guna ikut membantu pemerintah dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih bermartabat.

Menanggapi apresiasi Najib tersebut, dengan rendah hati SHS mengatakan, dalam menangani konflik horisontal di Maluku dan Maluku Utara, adalah melalui pendekatan hati.

“Pendekatan kemanusiaan itu saya nilai paling tepat. Karena tidak ada rumus lain yang harus dipakai di sana, hanya dengan pendekatan kemanusiaan inilah sehingga konflik yang berkepanjangan ini bisa selesai. Hanya dengan melakukan dialog, duduk satu meja siapa dan apa yang didialogkan. Dan ini tentunya memerlukan kemampuan dan keberanian,”ingat SHS berpesan ketika konflik sosial terjadi, pemerintah jangan terlalu cepat melibatkan militer, karena pendekatan senjata tidak akan menyelesaikan konflik.

SHS mengatakan, di Indonesia banyak memiliki daerah konflik seperti yang ada di Aceh, Poso dan lain sebagainya. Sementara cara penanganannya berbeda-beda.Tapi konflik horisontal yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara waktu lalu paling tepat menggunakan pendekatan hati.

“Karena itu sebagai pemerhati dan ahli dibidang kemasyarakatan seorang sosiolog harus memperhatikan hal-hal seperti ini,”ingat SHS sembari menyebutkan, berbahagialah menjadi seorang sosiolog yang mempelajari tingkah laku manusia dan masyarakat.

Kesempatan itu Gubernur telah menyerahkan buku berjudul Poros Maritim sebuah karya SHS untuk pengembangan negara maritim RI yang diberikan Kepada Ketua Umum APSSI dan Wasekjen HIPIIS.

Dalam kongres tersebut, Wakil Sekjen Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmi-Ilmu Sosial Indonesia (HIPIIS) DR Drajat Trikartono, telah melantik pengurus HIPIIS Cabang Sulut 2015-2017. Dimana Gubernur, Wagub, Rektor Unsrat dan Rektor Unima duduk sebagai Dewan Pembina. Ketua Prof Dr Ferdinand Kerembungu MSi, Wakil Ketua Drs Philep Regar MSi, Sekretaris Dr Daud M Liando SIP MSi, Wasek Dr Grace J Soputan MSi, Bendahara Dr Julien Biringan MSi.

Kepengurusan ini dilengkapi sembilan Komisi di mana Karo Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong MSi di percayakan sebagai Ketua Komisi Khusus didampingi Kaban Pengelola Perbatasan Dr Recky Toemandoek MSi sebagai Wakil Ketua dan dua orang anggota. (tim/sulutonline).