Kemenpan: PNS Ingin Terjun Politik Silahkan Mundur Dari PNS

Kepala Biro Humas Kemenpan RI, Herman Suryatman (Foto Kaka)Kepala Biro Humas Kemenpan RI, Herman Suryatman (Foto Kaka)

KORPRI Sulut Dipersilahkan Tempuh Jalur Hukum

Bali-Ini tentunya berita tidak menggembirakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin terjun dalam politik (Pilkada, red). Menyusul, Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah berlaku. Padahal, secara serentak KORPRI Sulut sepakat menolak pemberlakuan UU tersebut.

Kabar berita tentang KORPRI Sulut sepakat menolak Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) ternyata menjadi pembahasan serius dalam Workshop tentang sinergi Kampanye Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi yang digelar Kementrian PAN RB di Kuta Bali Kamis (04/06/2015).

Saat dikonfirmasi terkait penolakan KORPRI Sulut tersebut, Menteri PAN Yuddi Khrisnandi menyatakan, sangat menghormati kesepakatan yang dibuat oleh KORPRI Sulut pada kegiatan bersama Ketua KORPRI Pusat Ibu Anggraini yang digelar diruang Mapaluse Kantor Gubernur, Rabu (03/06/2015) lalu.

"Informasi ini sudah kami dengar dan lihat lewat pemberitaan media lokal di Sulut. Kami sangat menghormati kesepakatan itu (KORPRI Sulut,red), tapi kembali lagi, aturan ini sudah berlaku dan harus dilakukan oleh semua ASN," jawab Menpan melalui Kepala Biro Humas, Herman Suryatman dalam sesi tanya jawab.

Menurutnya, jika KORPRI Sulut kurang puas dengan pemberlakuan UU ASN tersebut, dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum. "Kan ada Judisial Review di MK, silahkan melapor, nanti tinggal tunggu hasilnya seperti apa. Yang pasti, birokrat yang ingin terjun ke dunia politik, silahkan mengundurkan diri dari PNS. Itu saja," ujar Suryatman sembari menegaskan kepada ASN yang tidak patuh dengan aturan ini, maka Menpan tanpa segan-segan akan memberi sanksi.

"Kembali kepada PP nomor 53. Akan ada sanksi bagi birokrat yang tidak ikut aturan," tandas Suryatman.

Diketahui, pelatihan yang diikuti oleh semua perwakilan wartawan dan Humas seluruh Provinsi se Indonesia Timur ini berjalan cukup padat dan diisi oleh para pemateri handal nasional baik itu praktisi jurnalis serta dan Humas Menpan.(tim/sulutonline).