Gubernur Perintahkan Liow dan Wowor Bantu Pengungsi Karangetang

Letusan gunung Karangetang waktu lalu (foto Ist)Letusan gunung Karangetang waktu lalu (foto Ist)

Manado-Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terus berulah. Kini, sudah ratusan warga disekitar gunug Karengetang mengungsi ke daerah aman. Tercatat jumlah seluruhnya pengungsi sebanyal 155 Kepala Keluarga (KK) atau 385 jiwa.

Karenanya, Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajuang (SHS) langsung memerintahkan agar Kadis Dinsos Sulut Drs Star Wowor MS dan Kaban Bencana Sulut Ir Noldy Liow untuk segera turun lapangan untuk membantu warga pengungsi. Alhasil, pada Jumat (19/06/2015) dan Sabtu (20/06/2015), keduanya langsung memantau lokasi, akibat dampak lahar dingin Karangetang.

“Hasil pemantauan dan peninjauan di lapangan didapatkan, untuk sementara jalur jalan ditutup, karena material dari lahar dingin yang menghantam beberapa rumah sebagai akibat hujan yang cukup lama dan deras,”terang juru bicara Pemprov Sulut Drs Yahya Rondonuwu, Minggu (21/06/2015) malam.

Dikatakan, Kaban Bencana dan Kadis Sosial bersama staf saat meninjau lapangan didampingi Sekda Kabupaten Sitaro DR Adri Manengkey.”Cuaca masih tidak memungkinkan untuk beraktivitas. Untuk sementara masyarakat di lokasi rawan bencana diungsikan di tempat pengungsian,”terangnya.

Saat ini para pengungsi korban aktivitas gunung Karangetang, ditampung di kantor Museum 87 KK, 301 jiwa. Gereja Siloam 7 KK, 24 jiwa. Gereja Tampungan 21 KK, 60 jiwa. Sementara di Kora-Kora sebanyak 6 rumah tersapu kena awan panas, sehingga sudah mengungsi 1 bulan 18 hari.

Pengungsi sekarang yang tertampung di Museum yaitu ;
Lansia 38, Dewasa 177, SMA 7, SMP 12, SD 36, TK 4, Balita 18, Bayi 19. “Jumah pengungsi seluruhnya 155 KK atau 385 jiwa,”ungkap Rondonuwu.

Sebelumnya pemprov Sulut lewat Dinas Sosial dan Badan Bencana telah memberi bantuan Buffer stock untuk waspada dampak aktivitas Gunung Karangetang.

Diketahui, pada Jumat (08/05/2015) lalu, Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, mengeluarkan letusan. Lontaran batu pijar dan awan panas terus dimuntahkan. Awal letusan terjadi Kamis siang,07 Mei 2015. Guguran lava pijar yang menimbulkan awan panas dan debu keluar dari mulut gunung.

Awan panas meluncur ke sisi Timur sejauh Empat kilometer dan dilaporkan empat rumah warga yang berada di Kampung Kora-Kora Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur, rata dengan tanah. Akibat bencana ini 465 orang penduduk mengungsi.

Kemudian pada Jumat pagi, terjadi satu kali luncuran awan panas dengan jarak luncur 2,5 kilometer. Luncuran awan panas mengarah ke selatan pusat letusan atau mengarah ke Kali Kahetang dan Kali Awang.

Pengungsi tersebar di tiga titik lokasi. Pengungsi berasal dari Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur yang berada di radius lima kilometer dari puncak kawah. Pengungsi tidak membawa barang apa-apa karena kejadian mendadak. Memang, masyarakat sudah terbiasa dengan letusan Gunungapi Karangetang. Namun letusan dengan awan panas tersebut adalah yang besar sehingga masyarakat langsung mengungsi.

Sejak meletusnya Gunung Karangetang, tidak ada kenaikan status gunung. Status tetap siaga (level III). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi agar warga tidak mendekati Karangetang dalam radius empat kilometer dari kawah.(tim/sulutonline).