Save Bunaken

Manado-Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang menegaskan, kawasan pantai dan laut Bunaken harus dilestarikan, karena telah menjadi ikon pariwisata dunia internsional. Penegasan tersebut disampaikan Sarundajang pada apel bersama “Launching Save Bunaken” di halaman Mapolda Sulut, Jumat (04/11).

Dikatakan gubernur, Gerakan penanggulangan sampah Bunaken merupakan suatu gerakan mulai, karena itu dia mendukung dilaksanakan secara bersama dengan seluruh stakeholders yang ada di kota manado, seperti Pemprov Sulut, Pemkot Manado, TNI/Polri, Perguruan Tinggi dan LSM, sebab kegiatan tersebut merupakan langkah positif untuk penyelamatan salah satu objek wisata andalan daerah ini.

“Ini merupakan kewajiban kita bersama karena Bunaken adalah primadona, dan telah menjadi warisan dunia World Harritagge,”terang Sarundajang.

Seperti diketahui World Harritagge, atau warisan dunia di beberapa belahan bumi termasuk Bunaken atau tepatnya sepanjang pantai dari Pulau Lembeh hingga Bunaken. Bahkan di selat Lembeh diketahui “bermukim” semua jenis species laut yang langka di dunia. Pun beberapa waktu lalu, di perairan pantai Malalayang ditemukan species paling langka, yakni; Ikan Raja Laut atau Coelacanht. Ikan purba jenis ini sama tuanya dengan Dinosaurus. Bahkan di seputaran pantai Bunaken dipastikan telah menjadi tempat berkembang-biaknya jenis ikan tersebut.

“Untuk itu saya ingatkan, jangan sampai masa depan Bunaken ini hanya tinggal nama saja, akibat sampah-sampah masyarakat yang dialiri dari sembilan DAS di kota Manado,”ingatnya.

Menurut Sarundajang setiap hari produk sampah di Manado terus bertambah, dan sampah yang ada ini juga merupakan lambang dari kesejahteraan rakyat. Tapi bagaimanapun sampah-sampah tersebut harus kita bersihkan setiap hari terutama sampah plastic sehingga tidak akan menyangkut pada terumbuh karang yang ada, paparnya.

Oleh karena itu apa yang kita lakukan saat ini, menjadi embrio atau dasar dimulainya sesuatu yang baik sehingga Bunaken akan tetap lestari, apa lagi Indonesia khususnya Provinsi Sulut telah ditetapkan menjadi lokasi Sekretariat Coral Triangle dari enam Negara yang memiliki kesamaan terumbuh karang, yaitu Malaysia, Philipina, Salomon Island, Papua New Guinea, Timor Leste dan Indonesia.

Sementara Rektor Unsrat Prof. Dr. Donald Rumokoy SH MH selaku Ketua Pokja Gerakan Nasional Bunaken dan Gerakan Tondano , sungai Sario, dan pesisir teluk pantai Manado. (Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.