SHS: Pertahankan Stabilitas Sulut !

SHS saat memimpin rapat koordinasi peningkatan keamanan di SulutSHS saat memimpin rapat koordinasi peningkatan keamanan di Sulut

Gubernur Keluarkan 5 Himbauan Rekomendasi Keamanan

Manado-Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang, (SHS) menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulut agar menyaring dengan baik segala informasi yang diterima terkait issu yang bisa menyebabkan terjadinya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan Gubernur tersebut disampaikan pada rapat koordinasi peningkatan stabilitas keamanan dan ketertiban di Sulut, terkait dengan masalah konflik pembangunan Masjid yang terjadi di kota Bitung dan Manado, Kamis (23/07/2015) di ruang rapat CJ Rantung, kantor Gubernur Sulut.

“Pertahankan stabilitas di Sulut. Kerukunan antar umat beragama yang telah lama terbina harus dipertahankan,”ingat SHS dalam rapat bersama Forkompimda, Wagub Sulut DR Djouhari Kansil, Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan serta kabupaten dan kota.

Diketahui, pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi suasana keamanan di kota Bitung, Kabupaten Minut dan kota Manado. Dipahami jika masalah ini tidak di selesaikan akan menjadi konflik yang besar.

Untuk itu Pemprov Sulut mengumpulkan stakeholdes terkait guna membicarakan bersama langkah strategis yang akan diambil. Keamanan dan ketertiban serta kehidupan rukun memiliki nilai yang mahal, Gubernur harapkan pertemuan dengan para tokoh agama, masyarakat, oemas, TNI dan Polri ini dapat mensolusikan dan memberi rasa aman bagi masyarakat Sulut.

SHS menekankan komponen yang menangani masalah sosial harus kuat, agar kita mampu meredam dan terhindar dari konflik yang terjadi di daerah. Jangan ada pembiaran dalam masalah konflik sosial.

Terkait issu provokator Gubernur mengingatkan agar masyarakat "jangan terpancing, hati hati dengan media sosial, cek dan ricek dengan benar segala peristiwa yang kita dengar. Saring dengan baik segala informasi yang diterima, jangan langsung terpancing.".

Mantan Walikota Bitung tersebut mengatakan integrasi bangsa harus dijaga dengan baik, toleransi antar umat beragama dan tokoh masyarakat terjaga dengan baik di Sulut, tokoh agama juga diharapkan menjaga perkataan agar tidak membuahkan masalah.

Jika terjadi pelanggaran hukum akan menjadi tanggungjawab Kapolda, Polda harus tegakkan hukum secara benar, siapa yang bersalah proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, masyatakat juga harus membantu aparat, karena aparat tidak akan memihak siapapun.

Kapolda Sulut dan Danrem 131 Santiago juga menyatakan masyarakat dan umat beragama jangan termakan issu provokator, kalau ada isu meresahkan di cek ke aparat keamanan, siapa melanggar akan di tindak.”Kita tidak berkehendak terjadi konflik di daerah yang dicintai karena kebersamaan itu indah,”tambah keduanya.

Hadir dalam rapat Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil, Sekdaprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan, Unsur Forkopimda Sulut, anggota FKUB kabupaten kota.

Dalam rakor tersebut SHS mengeluarkan Lima himbauan untuk masyarakat:

1. Tokoh agama dan masyarakat serta ormas di Sulut agar pertahankan stabilitas kemanan, jangan lupakan fungsi masing-masing, hidup bersama dengan masyarakat.
2. Masyarakat mampu menahan diri, jangan terprovokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab. mawas diri karena ada disekitar kita pihak yang mau menghancurkan hubungan antar umat beragama.
3. Jajaran aparatur pemerintah di kabupaten kota bekerjasama secara sinergis dan solid bersama aparat keamanan, karena hal ini memiliki manfaat besar dalam menjaga keamanan di daerah.
4. Minindak tegas oknum yang dapat menyulut keamanan.
5. Seluruh elemen tetap bersinergi agar keadaan terkendali. Para pendatang harus mematuhi kearifan lokal daerah.(tim/sulutonline).