Antisipasi Kemarau, Pemprov Kaji Perubahan Pola Tanam Petani

SHS didampingi Wagub Kansil saat diwawancaraiSHS didampingi Wagub Kansil saat diwawancarai

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menyebutkan, Pemprov Sulut sementara melakukan pengkajian perubahan pola tanam petani sehingga tidak berbarengan musim kemarau.

"Kalau musim kemarau kita tanam padi atau jagung, pasti akan musnah. Nah, pemerintah provinsi sementara melakukan pengkajian rencana perubahan pola tanam itu,"ujar SHS yang saat itu didampingi Wagub DR Djouhari Kansil kepada sejumlah wartawan, Senin (10/08/2015).

Gubernur mengatakan, perubahan pola tanam petani menjadi salah satu alternatif untuk menyiasati musim kemarau yang saat ini melanda wilayah kabupaten/kota di daerah ini. Cara lainnya yang dilakukan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau ini, kata dia, adalah dengan menggali sumur-sumur membantu ketersediaan air masyarakat petani.

"Ini sudah diinstrusikan kepada kepala daerah kabupaten dan kota menindaklanjuti musim kemarau ini. Sekarang ini ada tujuh kabupaten dan kota yang melaksanakan pemilihan kepala daerah, namun jangan lupa mengatasi kekeringan,”tegasnya.

SHS menambahkan, langkah terakhir adalah dengan berkoordinasi perbankan agar mampu menyalurkan bantuan kepada pelaku usaha kecil dan menengah di masa-masa sulit ini. Saat ini jelas gubernur, langit masih bersih dan belum ada hujan, walaupun demikian Provinsi Sulut belum dikategorikan daerah rawan kekeringan.

"Sulut masih basah sampai bulan ke depan. Tapi saya tidak tahu bagaimana kondisi selanjutnya di dua atau tiga bulan ke depan. Meski begitu kita juga akan menghadapi curah hujan lama di tahun berikutnya,"kata SHS.

Soal ketersediaan bahan pangan, lanjut gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya 20 September mendatang, cadangan makanan masih cukup untuk dua bulan ke depan."Cuaca sulit diatur. Karena itu diharapkan masyarakat menjaga dan tidak membakar hutan,”ingatnya.(tim/sulutonline).