Watimpres Seriusi Pertahanan Keamanan di Sulut

Watimpres yang dipimpin Jenderal (Purn) Subagyo HS saat pertemuan dengan gubernur dan wagub serta jajaran Pemprov SulutWatimpres yang dipimpin Jenderal (Purn) Subagyo HS saat pertemuan dengan gubernur dan wagub serta jajaran Pemprov Sulut

Manado-Posisi Sulut yang berdekatan dengan Negara tetangga Philipina terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Buktinya, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang membawahi bidang pertahanan dan keamanan negara melakukan kunjungan kerja ke provinsi Sulut.

Kunjungan Watimpres yang di pimpin oleh Jenderal (Purn) Subagyo HS, melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang, Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil bersama pejabat lingkup pemprov Sulut. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat CJ Rantung, Senin (10/08/2015) tersebut diwarnai dengan dialog terkait sistim pertahanan dan keamanan di Sulut berikut lintas batas antar Negara.

Dalam pertemuan, tersebut Watimpres mendengarkan penjelasan dari Gubernur terkait stabilitas pertahanan dan keamanan di Wilayah Sulut, dimana Sulut merupakan daerah yang berada di perbatasan NKRI dan negara tetangga, dalam masa kepemimpinan Sarundajang 10 tahun ini suasana keamanan di wilayah Sulut bisa terlaksana dengan baik.

Keamanan Sulut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, diantaranya para unsur Forkopimda yang selalu berkoordinasi cepat dan baik dengan Pemprov demi menjaga stabilitas keamanan sulut. Diakui kadang ada sedikit gangguan Kambtibmas namun bisa teratasi dengan cepat.

“Khususnya di daerah perbatasan, hingga saat ini juga suasana kemananan masih terjaga dengan baik, para anggota TNI dan Polri yang bertugas di perbatasan berhasil menjaga keamanan batas negara dengan di tunjang berbagai fasilitas,”terang gubernur.

Jenderal Purn Subagyo dalam sambutannya menjelaskan, tugas Watimpres yaitu memberikan saran kepada Presiden sesuai bidang yang di tekuni baik secara tertulis maupun langsung. Untuk itu maksud tujuan Watimpres ke wilayah Sulut untuk melihat perbatasan, mencari informasi terkait masalah yang terjadi di perbatasan.

“Nantinya informasi yang di dapat akan disampaikan kepada Presiden sebagai pertimbangan kebijakan apa nantinya akan diambil presiden terkait menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan di daerah perbatasan,”terangnya.(tim/sulutonline)