Penanganan Ilegal Fishing Harus Libatkan Stakeholders

Kadis DKP Sulut Ir Ronald Sorongan mewakili gubernur saat memimpin Rakor pemberantasan Illegal FishingKadis DKP Sulut Ir Ronald Sorongan mewakili gubernur saat memimpin Rakor pemberantasan Illegal Fishing

Manado-Asisten Deputi Bidang Koodinasi Penanganan Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan Negara Kemenkopolhukam,Yanto Tara menegaskan penanganan illegal fishing tidak hanya menjadi tanggungjawab Bakorkamlah saja melainkan harus melibatkan stakeholder terkait.

Penegasan itu disampaikan Yanto Tara saat memimpin Rakor upaya pemberantasan kejahatan terhadap kekayaan Negara (illegal fishing) di Provinsi Sulut, di ruangan rapat CJ Rantung, Rabu (12/08/2015).

Rapat itu sendiri dipimpin Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut Ir Ronald Sorongan MSi mewakili Gubernur Sulut, serta didampingi Kepala Kantor Zona Maritim Tengah Kamlah Manado Laksma Maritime Drs Anang Syarif Hidayat.

Tara mengakui apabila penanganan illegal fishing ini hanya dilakukan Bakorkamlah dianggap belum lengkap, apalagi operasi pengamanannya selama ini hanya berupa operasi khusus dan tidak rutin setiap bulan, belum lagi sarana dan prasarana yang dimiliki Kamlah masih sangat terbatas.

“Karena itu agar pengamanan illegal fishing di perairan Indonesia menjadi kuat harusnya dilaksanakan secara terpadu dengan stakeholders lainnya seperti KKP, Kamla, Al, Pol Air,”katanya.

Tara menyebutkan, nelayan asal Philipina dan Thailan dianggap masih lebih tangguh dari pada nelayan kita. Oleh Karena itu penanganan terpadu dengan melibatkan stakeholders perlu dilakukan untuk menjaga perairan Indonesia.

Sementara Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut Ir Ronald Sorongan MSi menambahkan beberapa hal yang menjadi kesimpulan rapat sosialisasi ini antara lain, penanganan ilegal fishing harus melibatkan stakeholders, perlu adanya tata kelola perikanan yang didukung perangkat kuat, perlunya SDM yang didukung sarana prasaranan hingga mampu menjaga mengelola sumber daya laut serta perlu peningkatan pengawasan perikanan dari stakeholders di perairan Indonesia. (tim/sulutonline).