Tidak Terima Keputusan KPU, TS E2L Akan Tempuh Jalur Hukum

Pasangan Elly Lasut dan David Bobihoe (Foto Ist)Pasangan Elly Lasut dan David Bobihoe (Foto Ist)

Manado-Menyusul keputusan KPU Sulut dalam pleno di Novotel GKIC, Senin (24/08/2015) yang menggugurkan pasangan calon Elly Engelbert Lasut (E2L) – David Bobihoe (DB), memaksa Tim Sukses (TS) pasangan ini bereaksi keras dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

“Kami jelas sangat menyayangkan putusan ini. Tentu kami tidak terima. Untuk itu kami akan melakukan gugatan lewat jalur hukum”, tegas TS E2L, Vicktor Rompas pada wartawan.

Diketahui, dalam keterangan pers KPU Sulut, E2L tidak diloloskan karena dianggap tidak memenuhi syarat berdasar pada hasil penelitian ke Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang dilengkapi dengan penelitian ke tahanan Sukamiskin tempat ditahannya E2L.

Alhasil, selain akan menempuh jalur hukum, TS E2L juga menilai ada “tangan ajaib” yang mengendalikan KPU Sulut. “Ada kelompok yang jahat, dan menghambat E2L,”ungkap salah satu TS E2L, Jimmy Robert Tindi secara terpisah.

Mengenai soal hukum Rompas menyebutkan, pihaknya menyayangkan keputusan yang dinilai merugikan itu.“Pihak kami jelas tidak menerima hasil pleno KPU Sulut. Kami sudah memasukkan apa yang menjadi persyaratan yang diminta oleh KPU. Soal kasus hukum Elly Lasut, KPU hanya menafsirkan menurut pandangan mereka sendiri bukan menurut hukum dan undang-undang yang berlaku,”terangnya.

Keputusan KPU memang cukup mengejutkan. Dimana dari 3 pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, hanya 2 pasangan cakon yang lolos verifikasi KPU. Padahal, hasil Pleno KPU pada Senin pukul 17.00 wita, KPU Sulut memutuskan tiga pasangan bakal calon peserta pemilihan Gubernur pada 9 Desember 2015 ini semuanya lolos.

Menariknya, tak lama setelah itu sekitar pukul 20.00 wita, keputusan pleno tersebut berubah, dengan menggugurkan pasangan Elly Engelbert Lasut (E2L) – David Bobihoe (DB) sementara pasangan Olly Dondokambey – Steven Kandouw dan Pasangan Maya Rumantir – Glenny Kairupan dinyatakan lolos.

Keputusan berubah-ubah ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar bahkan disinyalir adanya konspirasi menjatuhkan E2L – DB. “Kami tetap fokus pada keputusan pleno KPU sore hari,”tegas Jimmy Robert Tindi. (tim/sulutonline).