Lakukan Pencemaran, BLH Hentikan Pembuatan Kapal di Minsel

Tim BLH Sulut saat turun memantau pembuatan kapal penumpangan di MinselTim BLH Sulut saat turun memantau pembuatan kapal penumpangan di Minsel

BLH Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup

Manado-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut, terus melakukan pemantauan terhadap semua aktivitas yang diduga melakukan pencemaran lingkungan hidup. Setelah merekomendasikan penghentian aktivitas penambangan PT Sederhana Karya Jaya (SKJ) di Tateli, kali ini BLH Sulut mendesak agar PT Pelayaran Tri Setia Bahari menghentikan pembuatan kapal di Kelurahan Bitung Amurang Kabupaten Minahasa Selatan.

Kepala BLH Sulut Edwin Silangen SE melalui Kepala Bidang Penaatan Lingkungan Hidup Arfan Basuki SH, menyebutkan, setelah dilakukan pemantauan lapangan, akhirnya BLH Sulut merekomendasikan agar BLH Kabupaten Minahasa Selatan untuk segera menegur dab menghentikan aktivitas pembuatan kapal yang didirikan di lokasi Break Water (Penahan Ombak) yang merupakan proyek APBN di Minsel.

Disebutkan Basuki, PT Pelayaran Tri Setia Bahari, saat ini sementara membuat Kapal penumpang berukuran besar, yakni panjang 80 meter, dan lebar 30 meter dengan nama kapal Saint Merry.

“Selain tidak dibangun diatas dok kapal dan di lokasi Break Water, juga pembuatan kapal ini menggunakan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3). Apalagi dilokasi itu sangat dekat dengan pemukiman warga setempat. Untuk itu, BLH Sulut telah menyurat ke BLH Minsel untuk menegur dan menghentikan aktivitas mereka, sebelum melengkapi dokumen berkas yang harus dipenuhi. Jika tidak, maka akan diproses lebih lanjut,”tegas Basuki, Selasa (01/09/2015).(tim/sulutonline).