Kansil: Momentum AICIS Sangat Tepat Mencermati Perkembangan Islam

Menag memukul Tetengkoren tanda resminya pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di ManadoMenag memukul Tetengkoren tanda resminya pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Manado

Menag: Sulut Jadi Simbol Kerukunan di Indonesia

Manado-Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil saat mendampingi Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Hotel Peninsula Manado, Kamis (03/09/2015) malam, menyebutkan, pelaksanaan AICIS sangat tepat untuk mencermati perkembangan pemikiran dan pengkajian Islam di Indonesia.

“Kegiatan AICIS merupakan momentum yang tepat dan strategis untuk mempresentasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terbaru untuk mencermati perkembangan pemikiran dan pengkajian Islam di Indoensia dalam setiap tahunnya. Sekaligus mewadahi kontribusi pengkajian Islam terhadap problem kemanusiaan yang dihadapi masyarakat dewasa ini,”kata Kansil seraya mengatakan, hal ini sesuai dengan Tema yang diangkat dalam forum ini, yaitu Harmony In Diversity "Promotion And Preventing Conflicts In Sosio-Religous Life".

Wagub Kansil yang saat itu mewakili Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang, mengatakan, Sulawesi Utara sudah terbiasa dengan even-even keagamaan. Dengan semboyan Torang Samua Basudara telah memberi motivasi dan inspirasi, sehingga even apapun yang di gelar di didaerah ini terus menuai sukses, karena masyarakat mendukung untuk memberi kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan daerah dan bangsa.

“Harmonisasi kehidupan masyarakat Sulut begitu terasa ditengah-tengah pluralitas (kemajemukan), baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat. Realitas keberagaman ini disyukuri sebagai anugerah Tuhan sehingga masyarakat senantiasa hidup dalam persaudaraan yang rukun, damai, saling menghargai dan menghormati perbedaan,”ingatnya.
 Foto bersama Menag Saifuddin dan Wagub Kansil serta sejumlah peserta
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengakui, kerukunan antara umat beragama di Sulawesi Utara telah menjadi simbol kerukunan beragama di Indonesia. "Indonesia mini ada di sini (maksudnya di Sulawesi Utara red). Sikap toleransi dan tenggang rasa yang dimiliki masyarakat Nyiur Melambai memberi kekaguman bagi bangsa Indonesia, terutama di sektor keagamaan,"puji Saifuddin.

Menurut Saifuddin terselenggaranya hajatan ini merupakan suatu yang luar biasa bagi daerah Sulut, dimana penduduk terbesar beragama nasrani (Kristen) namun mampu melaksanakan kegiatan ini. Hal itu menurut Saifuddin sejalan dengan semangat dari salah seorang Pahlawan Nasional asal Sulut DR Sam Ratulangi, lewat filosofinya "Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain".

"Sungguh luar biasa deaerah yang dihuni 75 persen beragama Kristen namun bisa menjadi tuan rumah 15Th AICIS 2015, yang notabenenya adalah kegiatan dari umat Islam,”katanya kagum.(tim/sulutonline).