Lemhanas RI : Humas Ujung Tombak dan Garda Terdepan Komunikasi Publik

Staf humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdarov Sulut, Clief WangkeStaf humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdarov Sulut, Clief Wangke

Manado-Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) bersama Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) mengadakan pertemuan tematik “Efektivitas Peran Humas dalam Implementasi Inpres Nomor 9/2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Pemprov Sulut sendiri mengutus Ivan Besouw dan Clief Wangke yang merupakan salah satu komponen inti Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdarov Sulut, untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam laporannya, Wangke menyebutkan, Lemhanas RI memandang pertemuan ini sebagai momentum strategis. Sebab, humas merupakan organ inti organisasi yang berperan vital dan strategis bagi kemajuan suatu organisasi modern.“Humas adalah ujung tombak dan garda terdepan dalam mengkomunikasikan program dan kebijakan pemerintah,” kata Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji, di Gedung Lemhanas, Jakarta, Rabu (02/09/2015).

Oleh karena itu, praktisi humas senantiasa diingatkan kembali atas tugas dan tanggung jawab yang diemban. “Humas pemerintah harus mampu melakukan komunikasi publik secara profesional, proporsional, memberikan pencerahan, pemberdayaan dan edukasi sesuai nilai-nilai kebangsaan. Dalam perspektif ketahanan nasional, humas pemerintah perlu mengembangkan pola pikir, sikap dan tindak,”ingat Soepandji.

Ditekankannya, Humas pemerintah harus mampu mengirimkan pesan pemerintah atau narasi tunggal secara efektif. Karena masyarakat mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja pemerintah. Era keterbukaan informasi juga menuntut humas pemerintah untuk mampu melayani, mengelola dan mempermudah akses informasi publik.

Pelayanan pengelolaan informasi publik yang profesional akan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilann keputusan atas kebijakan publik pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudi Antara saat memberikan materi mengatakan praktisi Humas Pemerintah merupakan agen – agen perubahan yang mampu menjadi ujung tombak dalam meningkatkan nasionalisme masyarakat, serta mensosialisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berwawasan kebangsaan.

“Dalam perspektif Ketahanan Nasional, Kehumasan pemerintah perlu mengembangkan pola fikir, pola sikap dan pola tindak Humas Pemerintah, serta memahami pentingnya penguatan wawasan kebangsaan masyarakat luas melalui perubahan paradigma dan mindset Humas Pemerintah yang sinergis, adaptif dan professional,”katanya.

Selain itu Kehumasan pemerintah harus mampu mengkomunikasikan dan menjembatani kebijakan pemerintah guna mewujudkan ketahanan Nasional yang tangguh.

Sekadar diketahui, Bakohumas merupakan forum koordinasi dan kerja sama antar humas pemerintah dari lembaga pemerintah, negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bakohumas juga wadah integrasi dan sinkronisasi kegiatan humas pemerintah untuk melayani dan mengelola informasi agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Peserta pertemuan yang hadir terdiri atas 128 instansi humas pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Selama 3 hari peserta mendapatkan sejumlah materi terkait ketahanan nasional dan kehumasan, diskusi serta simulasi mengenai teknis humas dalam penyampaian narasi tunggal sesuai Impres nomor 9 tahun 2015. (tim/sulutonline).