Dewan Pers Tunjuk Amanda Komaling Inventarisir Perusahaan Pers Sulut

Amanda Komaling (membelakangi lensa)Amanda Komaling (membelakangi lensa) saat menjelaskan betapa pentingnya kode etik jurnalistik pada rekan-rekan wartawan di Sulut

Manado-Dewan Pers mulai melakukan pendataan terhadap perusahaan Pers di Indonesia. Khusus Sulut, Ketua Dewan Pers Prof DR Bagir Manan SH MCL, menugaskan Amanda Komaling, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, untuk turun ke perusahaan –perusahaan Pers.

Ketua IJTI Sulut itu, ditugaskan untuk melakukan verifikasi administrasi dan kontrol terhadap perusahaan –perusahaan Pers yang ada di Sulut tahun 2015.

Karenanya, Amanda Komaling, mengajak serta mengingatkan seluruh perusahan media baik cetak maupun elektronik dan media online (siber) yang ada di Sulut, agar segera mendaftarkan perusahan media ke Dewan Pers.
“Sudah menjadi kewajiban bagi perusahan media untuk terdata dan terdaftar di Dewan Pers sehingga jika ada persoalan terkait karya penulisan pemberitaan, boleh mendapat perlindungan dari Dewan Pers,”ingatnya saat pengisian formulir pendataan perusahaan media, di secretariat IJTI Sulut, Selasa (08/09/2015).

Diingatkan, perusahan media wajib daftar di Dewan Pers, karena konsekwensinya kalau perusahan media telah terdaftar dalam database dewan pers, ketika terjadi permasalahan hukum atau ada sengketa terkait karya jurnalis media bersangkutan yang telah terdaftar di dewan pers, maka dewan pers bisa membantu atau melindungi. Kalau perusahan media tidak terdaftar di database dewan pers, maka dewan pers tidak tidak bisa membantu.

Dikatakannya, verifikasi administrasi dan kontrol perusahan pers di Sulut tersebut akan dilaporkan ke dewan pers paling lambat 22 september 2015.

Selain itu, Amanda Komaling, menegaskan perusahaan media wajib mengikutkan wartawan yang ada di media masing-masing dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang dilaksanakan oleh dewan pers ataupun lembaga resmi yang diakui untuk pelaksanaan kegiatan uji kompetensi.

"Bagi penanggung jawab media harus bisa mengerti dan paham, Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999. Begitu juga dengan rekan-rekan jurnalis, agar selalu mengacu pada kode etik jurnalistik dalam membuat karya jurnalisnya untuk dipublikasikan,”terang Amanda yang juga Jurnalis Metro TV perwakilan Sulut.(tim/sulutonline).