Mokodongan: Sulut Kaya Akan Potensi SDA

Mokodongan saat pembukaan acara sosialisasi kesepakatan kerjasama internasional terkait dengan penanaman modalMokodongan saat pembukaan acara sosialisasi kesepakatan kerjasama internasional terkait dengan penanaman modal

Manado-Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat pembukaan acara sosialisasi kesepakatan kerjasama internasional terkait dengan penanaman modal, di ruang Mapaluse kantor gubernur, Kamis (09/09/2015) menyebutkan, Sulut sangat kaya akan potensi sumberdaya alam. Terutama di sektor perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan.

Kegiatan yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Sulut bekerjasama dengan BKPM Pusat dan turut dihadiri Direktur Kerjasama Regional BKPM Ir Rizar Indomo Nazaroedin MBA.

Terkait dengan hal itu, Pemprov Sulut terus mendorong dan berupaya membangun interkoneksitas antara daerah, dalam rangka mewujudkan Provinsi Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

“Alasannya, karena Sulut berada di bibir pasifik yang berhadapan dengan macan ekonomi Asia seperti Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China. Dimana dua Negara ini sangat erat hubungannya. Baik China dan Korsel telah menyatakan kesiapan untuk membangun berbagai infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung,”terang Mokodongan.

Oleh sebab itu sosialisasi ini penting, dalam upaya meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip kerjasama internasional di bidang penanaman modal di Indonesia pada umumnya dan secara khusus di Provinsi Sulut, yang memiliki potensi sebagai pintu masuk dan keluar perekonomian global.

Direktur Kerjasama Regional BKPM Ir. Rizar Indomo Nazaroedin MBA, menyebutkan, realisasi investasi selang Januari hingga Desember 2014 sebesar Rp.463,1 Triliun, naik Rp.64,5 Triliun atau 16 persen dari total investasi nasional Tahun 2013 sebesar Rp.398,6 Triliun. Dua pertiganya berasal dari PMA senilai total Rp.307 Triliun, sementara sepertiga sisanya berasal dari PMDN sebesar RP.156,1 Triliun.

Sementara Investasi PMDN tahun ini menurut Nazaroedin, naik lebih tinggi dari PMA. Kenaikan investasi PMA 13 persen atau senilai Rp.36,6 Triliun, sementara PMDN naik 21 persen sebesar Rp.27,9 Triliun. Sektor-sektor penyumbang investasi terbesar adalah industri makanan dan pertambangan masing-masing menyumbang 11 persen, listrik, gas,transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menyumbang 10 persen serta kimia dan farmasi 8 persen.

Khusus untuk Provinsi Sulut Nazaroedin menambahkan, telah memberi kontribusi cukup besar bagi realisasi investasi di Indonesia. Tercatat realisasi PMA sebesar 98,5 juta dolar dengan total proyek investasi sejumlah 69 proyek. Sedangkan realisasi investasi PMDN berasal 15 proyek dengan nilai Rp.83 milyar.

Kepala BKPM Sulut Dra Lynda Watania MM MSi menyebutkan peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini berasal dari Kabupaten/Kota serta instansi terkait lainnya dilingkungan Pemprov Sulut. (tim/sulutonline).