SOS Merupakan Kerjasama Pemprov Sulut dan Pemerintah USA

SHS saat penandatangan Science On a Sphere (SOS) dengan ESRL - NOAA Departemen Perdagangan USASHS saat penandatangan Science On a Sphere (SOS) dengan ESRL - NOAA Departemen Perdagangan USA

Kumendong: Sulut Merupakan Pertama di Indonesia

Manado
-Pengadaan Science On a Sphere (SOS) adalah Program Kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah USA melalui Global System Division (GSD), Earth System Research Laboratory (ESRL), Kantor Penelitian Atmosfir dan Oceania, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Departemen Perdagangan USA.

“Iya, program ini, merupakan kerjasama Pemprov Sulut dengan pemerintah USA melalui ESRL- NOAA,”terang Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut DR Jemmy Kumendong MSi, Selasa (15/09/2015) seraya menyebutkan dasar pengadaan SOS yaitu Perda Nomor 4 Tahun 2011 Tentang RPJMD 2010-2015 Provinsi Sulawesi Utara.

Sedangkan tahapan proses pengadaan SOS-NOAA diawali dengan kunjungan Gubrnur SHS kedaerah khusus Samoa sebagai utusan Khusus RI, dimana dalam kujungan tersebut salah satu Agenda adalah menyaksikan SOS ini di kota Pago-pago, yang menggerakkan motivasi agar Sulawesi Utara memiliki prasarana SOS.

Selanjutnya melalui contact person ESRL yang diberikan SOS Pago-pago, Sulut dapat melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan ESRL NOAA, sehingga pada tahun 2014 lalu, melalui APBD Pemprov Sulut boleh mengadakan SOS ini melalui pihak ketiga yaitu PT. BERKAT SATU SOLUSI (BESSCOM), yang saat ini perangkat SOS sudah terpasang di ruang SHS SCIENCE (Eks Ruang Rapat Huyula) Kantor Gubernur Sulut.

Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan pemanfaatan saat ini dan kedepan, maka dilakukan Penandatangan NOTA KESEPAHAMAN untuk Perjanjian Penggunaan Akhir Science On A Sphere (SOS) pada tanggal 4 September 2015 yang dilakukan oleh Bapak Gubernur bersaama pihak ESRL NOAA.

“Dengan adanya Nota Kesepahaman ini Sulut tidak perlu membayar penggunaan Data SOS ini, hanya perlu memperbarui Nota Kesepahaman setiap 5 (lima) tahun,”terang Kumendong.

Kumendong mengatakan, SOS adalah Sistem tampilan dunia global yang diletakkan dalam suatu ruangan yang berbasis Komputer dan Proyektor Video untuk menampilkan Data dalam Bola Dunia yang berdiameter 6 Kaki (+2 meter), dalam analogi animasi Bola Dunia Raksasa. Para peneliti di NOAA telah mengembangkan SOS sebagai suatu alat pendidikan untuk membantu mengilustrasikan Ilmu Pengetahuan dalam Sistem Bumi kepada Masyarakat luas.

Gambar-gambar animasi perubahan iklim, temperature lautan, badai dapat ditunjukkan melalui Bola dunia ini, yang mana digunakan untuk menjelaskan bahwa kadang-kadang bahwa lingkungan suatu proses kompleks yang rumit, dalam suatu cara yang secarasi multanintuitif dan menarik.

Dalam SOS dapat mengakses 500 data dan fiturter akhir (semua data yang bisa dimonitor dari satelit NOAA dapat ditampilkan dalam Bola Dunia/SOS ini antara lain,model-model cuaca terkini (topan tropis dll), Kategori Air (Temperatur, kimia, permukaan pasang surut, potensi tsunami, kategori udara (kimia dll), kategori tanah (tutupan tanah, topografi, alurgunung api, gas maknetik bumi, grafitasi, konsentrasi CO2 dll.

Kumendong menyebutkan, perkembangan SOS di Dunia
NOAA mendapatkan hak paten untuk SOS pada tahun 2005 dalam bentuk sistem turn key yang lengkap.”Sampai saat ini di seluruh dunia baru terpasang kurang lebih102 Negara, dan di Asia Tenggara baru Singapura, Philipina dan Indonesia. Di Indonesia baru Provinsi Sulawesi Utara (Manado),”terang Kumendong saat didampingi Kabag Humas Roy Saroinsong SH.

Manfaat bagi Sulut sebagai media exebition untuk membantu masyarakat dalam study maupun penelitian dan pengembangan IPTEK, memperkuat program mitigasi bencana, sebagai referensi data dalam penyusunan rencana pembangunan daerah di semua stakeholder dan wilayah.

Sementara anggarannya dialokasikan melalui DPA Dinas Diknas Sulut TA 2014 sejumlah Rp 3,2 Miliar yang dibayarkan ke NOAA sebesar USD 155.000 untuk biaya sistem, konsultasi, pemasangan, pelatihan dan perjalanan, serta sisanya untuk memberli perangkat keras SOS dan kelengkapan lainnya.(tim/sulutonline).