Fisip Unsrat Usulkan SHS Jadi Guru Besar Tidak Tetap

SHS saat Dies Natalis Fisip Unsrat ke-51SHS saat Dies Natalis Fisip Unsrat ke-51

Manado-Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado akan mengusulkan Ke Kementerian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI untuk mengangkat DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menjadi guru besar tidak tetap di Unsrat Manado, sekaligus menjadi pengajar tetap di Fisip Unsrat.

Demikian disampaikan Rektor Unsrat Prof DR Ellen J Kumaat, pada rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis Fisip Unsrat ke-51 Selasa (15/09/2015) malam, di Graha Bumi Beringin Manado.

Rektor beralasan selama sepuluh tahun Gubernur SHS memimpin daerah Nyiur Melambai telah banyak mengukir prestasi baik dibidang keamanan, pendidikan, lingkungan hidup serta berbagai iven internasional. Termasuk gagasan poros maritime harus dimulai dari Indonesia Timur, dan yang terakhir sukses melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat dalam pengembangan program informasi data system bumi dan atmosfir dengan laboratorium penelitian system bumi badan oseanografi dan atmosfir nasional di bouder, Colorado AS pada bulan September 2015 ini.

Prestasi yang terukir ini kiranya akan memotivasi para pemimpin-pemimpin baru di Sulut kedepan, bahwa memimpin dengan hati akan terus membekas dalam hati bagi seluruh rakyat di Sulut.

”Oleh karena itu cukup beralasan jika Fisip Unsrat hendak mengusulkan agar SHS mendapat penghargaan guru besar kehormatan. Secara politik saya sebagai ketua senat memberikan dukungan sebesar-besarnya terhadap usulan tersebut,” tandas Kumaat.

Gubernur SHS saat memyampaikan sambutannya tak lupa mengungkapkan memori indah sewaktu menjadi mahasiswa pertama 50 tahun lalu di Sospol Unsrat (sekarang Fisip Unsrat-red). Tiga tahun kemudian Sospol ini melahirkan sarjana muda dengan gelar Bachelor of Art (BA). Karena itu tekad kami bagaimana menjadikan Unsrat sebagai lembaga pendidikan yang unggul, superior dalam kualitas.

Karena dalam persaingan dunia perguruan tinggi dewasa ini begitu kompetitif dan sangat ketat. Siapa yang menguasai IPTEK berarti mampu menguasai pasar dunia. “IPTEK diraih hanya lewat bahan ajar, kompetensi pengajar serta system yang ada di lembaga perguruan tinggi, “ujar SHS yang juga mantan Ketua Umum AIPI pusat.

Untuk itu SHS berpesan, khusus Fisip Unsrat, ditantang untuk mencetak SDM yang unggul, karena sekarang kita berada pada bonus demografi. Turut hadir Sesmenpora DR Alfitra Salam APU, yang kini sebagai Ketua Umum AIPI Pusat. (tim/sulutonline).