SHS Pamitan Dengan Civitas UNIMA

Rektor Unima saat memberikan Cinderamata pada SHSRektor Unima saat memberikan Cinderamata pada SHS

Tondano-Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang, di sela-sela rutinitas kesibukan agenda kerja dipenghujung waktu, menghadiri acara perpisahan dengan segenap Civitas Universitas Manado (UNIMA) di Tondano, Rabu (16/09/2015) sore.

SHS yang juga selaku dewan penyantun UNIMA selama dua periode itu, secara lugas dan diliputi rasa haru, dihadapan Rektor dan segenap Senat maupun karyawan UNIMA, memohon pamit dan menyampaikan permintaan maaf jika dalam perjalanan pengabdian selaku Gubernur, ada hal-hal yang belum dipenuhi, atau didapati khilaf yang dengan tulus dapat dimaklumi.

Dikatakan SHS kiprah Unima Manado, banyak mewarnai dan memberi arti tersendiri dalam perjalanan kariernya selama memimpin Bumi Nyiur Melambai, bahkan secara spontan SHS mengenang akan nostalgia pada momentum 5 tahun lalu, saat dirinya mencalonkan sebagai Kandidat Gubernur, sempat mengajak Rektor Unima yakni Prof Dr P Tuerah, guna mendampinginya menjadi Wagub.

Namun kenyataan berkata lain, manakalah segenap Civitas dan Senat Perguruan Tinggi Nasional ini, menghendakinya tetap memimpin Kampus yang berada di bibir Danau Tondano ini, yang disambut aplaus oleh seluruh hadirin di Aula Unima.

Lebih jauh SHS menekankan arti pentingnya kemajuan suatu bangsa, karena dilandasi oleh sektor pendidikan, guna menghasilkan SDM yang kompetitif, kualifait serta memenuhi tuntutan pangsa pasar dibidang ketenaga kerjaan.

“Menjelang 100 tahun, Indonesia akan menjadi Bangsa yang unggul dan hebat karna faktor Bonus Demografi,”tandas SHS.

SHS juga mengingatkan akan 3 Kecerdasan yang menjadi acuan diantaranya : Inteleqtual quetion, Emotional quetion serta utamanya Spiritual quetion. Sebagai kecerdasan akhir yang mendasari intelektual untuk mengimbangi kecerdasan spritual. Selanjutnya juga dalam paparannya, SHS dihadapan para cendekiawan Kampus Unima, akan konsep Learning to do ( penerapan ilmu pengetahuan), Learning to be ( ada Acievment bagi SDM), serta akhirnya bermuara pada
Learning to living together.

Diakhir pidato perpisahannya, SHS memberi ajakan dan tantangan untuk Civitas Unima, untuk nantinya manakalah tidak lagi menjabat sebagai Pejabat Negara, agar bersedia memberi ruang dan waktu sebagai partner diskusi maupun mitra dialog.

Sebeluknya diketahui, SHS pada acara Dies Natalis Fisipol UNSRAT Manado, Selasa ( 15/09/2015), oleh Pihak Rektorat UNSRAT, telah mengangkat Dr SH Sarundajang, sebagai Guru Besar Tidak Tetap (Profesor) pada ilmu Politik, Fisipol Unsrat, dan telah mengusulkan SK ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI untuk dikukuhkan.

Alasannya, SHS berjasa dalam memajukan Ilmu Politik, sekaligus adalah Cum Laude Doktor dalam ilmu Politik jebolan UGM, yang juga Mantan Ketua Umum PP AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia), Dua Periode.(tim/sulutonline)