Realistis, GSVL-Mor Tidak Mau Umbar Janji Palsu

Seorang Oma langsung mencium pipi GSVL saat kampanye dialogis di Sario TumpaanSeorang Oma langsung mencium pipi GSVL saat kampanye dialogis di Sario Tumpaan

Manado-Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, DR Ir GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan (GSVL-Mor) tidak berani menjanjikan kepada masyarakat program yang tidak bisa dijalankan. Pasalnya, janji merupakan utang yang kelak ditagih masyarakat, apalagi jika janji itu tak bisa terealisasi.

"Saya dan Pak Mor bisa merealisasikan program yang sudah kami targetkan untuk lima tahun kedepan. Tapi mohon maaf, kami tidak bisa menjanjikan hal hal yang tidak bisa kami jalankan. Kami tidak mau memberikan janji palsu," ujar GSVL dalam kampanye dialogis di Kelurahan Sario Tumpaan (Sartum), Kecamatan Sario, Selasa (29/9/2015) sore.

Sedangkan Mor dalam orasi politiknya, menjelaskan bahwa membangun Manado tidaklah gampang, karena Manado yang multikultur, sehingga perlu dipimpin oleh pemimpin yang punya visi, kematangan, cerdas, dan tidak emosional. "Kenapa saya sampaikan ini, karena inilah yang menjadi perbedaan kami dengan calon lain. Apalagi pak Vicky sudah meletakkan dasar itu di lima tahun berjalan,"ingat Mor.

Dikatakannya, jika membangun infrastruktur, itu sudah menjadi kewajiban semua pemimpin daerah. Tetapi memperhatikan kesejahteraan rakyat, tidak semua pemimpin bisa menjalankannya." Dan pak Vicky sudah membuktikan selama lima tahun ini, telah menjalankan program pro rakyat, antara lain pengobatan gratis melalui program Universal Coverage (UC), santunan dana duka, dan lain sebagainya. Semuanya sudah dijalankan dan sangat membantu masyarakat," terang mantan Anggota Dekot Manado dua periode ini, yang langsung disambut teriakan "Lanjutkan!!" dari warga yang hadir.

Diketahui, 8 janji Program Cerdas pro-rakyat GSVL-Mor 2015-2020 adalah: 1) Dana Sosial Lansia, Difabel, dan Santunan Kematian; 2) Peningkatan kualitas layanan pengobatan gratis melalui program Universal Coverage (UC); 3) Peningkatan kualitas program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL-Mapalus) termasuk peningkatan Prokamling dan pembangunan ruang publik (RTH-RTNH); 4) Peningkatan kesejahteraan PNS dan non-PNS termasuk peningkatan honor guru bantu, petugas kebersihan, dan Kepala Lingkungan; 5) Meningkatkan insentif bagi Rohaniwan.
6) Dana bantuan khusus pendidikan yaitu mitra bantuan dana riset bagi peneliti dan dosen perguruan tinggi, beasiswa pendidikan bagi siswa yang kurang mampu SD, SMP, SMA dan Beasiswa S1 per lingkungan, S2 per kelurahan dan S3 per kecamatan; 7) Memperkuat program good governance and clean government dalam tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik satu atap secara online berbasis sistem dan teknologi informasi; dan 8) Pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja serta program pengembangan kreatifitas pemuda di bidang seni, olahraga, budaya dan teknologi.

“Sebagai catatan, program kegiatan pembangunan urusan wajib lainnya, termasuk infrastruktur jalan, jembatan, drainase, penataan pasar dan PKL, serta sarana prasarana umum lainnya merupakan tugas rutin pemerintah yang wajib tertata dalam APBD setiap tahun,” ungkap GSVL.

Usai kampanye dialogis, GSVL-Mor blusukan dan mampir makan sate di pinggir jalan, kemudian istirahat minum kopi di Jl Siswa. (tim/sulutonline).