LSM Manado Gagas Pancasila Watch

Manado-Tokoh-tokoh masyarakat sipil Manado akan ambil prakarsa memantau pelaksanaan Pancasila secara sistematis, yang disebut sebagai Pancasila Watch. Begitu diungkapkan Pitres Sombowadile dari Center for Alternative Policy (CAP), kemarin. ‘’Ini kerja besar bangsa yang kami gagas dari Manado. Meskipun, kerja ini lebih strategis dilakukan dari Jakarta, tetapi tak salah jika prakarsanya dimulai saja dari Manado tahun 2012 nanti,’’ ujar aktivis dan penulis ini.

Dalam diskusi internal LSM, yang di antaranya dihadiri pimpinan Yayasan Suara Nurani, Yayasan Sander Batuna, Ammalta, Majelis Adat Minahasa, Persatuan Minahasa, The SaTaS Connection dan CAP itu disepakati pelaksanaan Pancasila niscaya memang harus dipantau. ‘’Kini banyak kebijakan negara, juga tindak dan perilaku masyarakat yang nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, tetapi kita tidak risih, tidak meresponsi dan mengkoreksinya,’’ ujar Pitres.

Pitres menyatakan berkaitan dengan prakarsa ini akan dilakukan sosialisasi dulu di antara kelompok masyarakat tentang detilPancasila Watch. ‘’Rencananya jika tidak ada halangan awal tahun depan kami gelar diskusi terfokus di Manado,’’ ujarnya. ‘’Dan sebelum itu, ada pertemuan-pertemuan pendahuluan dengan tokoh-tokoh pemerintah semacam gubernur untuk memperkaya gagasan dan motivasi serta meminta dukungan,’’ ujarnya.

Dalam rencana kerja pemantauan itu, sebagaimana bahasan diskusi internal LSM itu akan banyak pertemuan ahli untuk membahas nilai Pancasila yang akan dipantau; perumusan parameter, mekanisme pemantauan serta detil teknis lainnya. Setelah bekerja lembaga pemantau yang dibentuk mengeluarkan laporan hasil pemantauan pelaksanaan Pancasila pada berbagai kebijakan negara dan perilaku warga negara. Dalam laporan itu dibeber peringkat pelaksanaan Pancasila di masing-masing daerah, serta nominasi daerah-daerah yang pantas diberi penghargaan award yang disebut Anugrah Pancasila.

‘’Bahkan kami berpikir nantinya keberhasilan pembangunan Indonesia seyogyanya tidak saja diukur dari pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, tetapi juga dari apa yang disebut Indeks Pelaksanaan Pancasila,’’ papar Pitres. Dengan gagasan ini, tambahnya, Pancasila tidak sekadar menjadi ornament bangsa, tetapi dijadikan panutan dan patokan keberhasilan negara bangsa Indonesia ini.

Ketika ditanya apakah upaya ini terkait dengan program resosialisasi 4 pilar negara yang dilakukan oleh MPR kini, Pitres enggan menyebut Pancasila sebagai pilar. ‘’Pancasila itu mestinya bukan sekadar pilar, tapi pondasi atau dasar di mana negara bangsa diletakkan dan berdiri. Pilar dan pondasi itu berbeda dan implikasi filosofisnya besar, karena pondasi jelas jauh lebih fundamental dari pilar,’’ ujarnya.(Tim/sulutonline)

I loved as much as you will

I loved as much as you will receive carried out right here.
The sketch is tasteful, your authored material stylish.

nonetheless, you command get got an nervousness over that you wish be delivering
the following. unwell unquestionably come more formerly again since exactly the same nearly very often inside case you shield this
hike.

Here is my page ... [url=http://luwiz.com/members/luciogresham9/activity/8192/]dr oz show[/url]

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options