Mor Ajak Timkamda GSVL-MOR Bekerja untuk Kepentingan Warga Manado Kedepan

Calon Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan saat melantik Timkamda GSVL-MOR Kecamatan Tikala (Foto Ist)Calon Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan saat melantik Timkamda GSVL-MOR Kecamatan Tikala (Foto Ist)

Manado– Tim Kampanye Daerah (Timkamda) pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, Dr Ir GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) benar-benar didoktrin untuk bekerja santun dan tidak terlibat black campaign sebagaimana yang marak terjadi saat ini di tengah tingginya tensi politik mendekati Pilkada 9 Desember nanti.

Ini kesekian kalinya diungkapkan para pendukung GSVL-MOR saat pelantikan Timkamda Kecamatan Tikala, Kamis (22/10/2015) sore di rumah keluarga anggota DPRD Manado fraksi Demokrat, Anita De Blouwe, Kelurahan Paal 4 Lingkungan I.

Saat dilantik dan diambil sumpah oleh calon Wakil Walikota, Mor Bastiaan, secara tegas para Timkamda sepakat untuk bekerja demi kesejahteraan dan kepentingan masyarakat Kota Manado kedepan. “Bekerjalah untuk kepentingan seluruh masyarakat Manado bukan untuk kepentingan golongan atau pribadi,” kata Mor.

Penegasan ini merupakan salah satu poin dalam janji dan sumpah disampaikan kepada seluruh Timkamda GSVL-MOR di 11 Kecamatan se Kota Manado. Mengingat 8 program GSVL-MOR, semuanya menyentuh masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.“Jadi bekerja di lapangan torang harus santun. Jangan terlibat black campaign atau saling menyerang dengan memfitnah. Torang bikin masyarakat Manado lebih cerdas dan tidak terlibat money politik,” tegas Mor.

Sebab, kata mantan anggota DPRD Manado dua periode ini, dengan terlibat money politik, masyarakat Manado akan rugi sendiri. “Saat ini mungkin kita terima 250 ribu atau 500 ribu. Tapi kedepan kita harus menjual kebun, rumah hanya karena sakit, berobat tidak gratis lagi sebab program UC pasti tidak ada lagi. Jadi program-program ini harus kita sosialisasikan kepada masyarakat luas di Kota Manado bukan saling memfitnah,” pungkas Mor disambut apluas Timkamda dan warga Tikala. (tim/sulutonline).